Produksi Beras Nasional Naik, Pengadaan Bulog Tembus 4,13 Juta Ton

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.(Dok. Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.(Dok. Kementan)

Jakarta, APGtimes.com – Produksi beras nasional meningkat sepanjang 2025, memberikan tambahan pasokan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras untuk konsumsi penduduk mencapai 34,69 juta ton, naik dari 30,62 juta ton pada 2024.

Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan produksi padi nasional yang mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, luas panen bertambah 12,69 persen menjadi 11,32 juta hektare.

Produksi jagung juga mencatat pertumbuhan. Sepanjang 2025, produksi komoditas tersebut mencapai 16,16 juta ton atau naik 6,74 persen dibandingkan 2024.

Peningkatan produksi berbagai komoditas ini menjadi salah satu penopang ketersediaan pangan nasional di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berjalan.

Pengadaan Beras Bulog Tembus 4,13 Juta Ton

Penguatan produksi dalam negeri turut mendukung pengadaan beras oleh Perum Bulog. Hingga 11 Oktober 2026, Bulog mencatat realisasi pengadaan beras dalam negeri melalui skema public service obligation (PSO) mencapai 4.131.492 ton setara beras.

Capaian tersebut melampaui target pengadaan sebesar 4 juta ton. Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah mencapai lebih dari 4,6 juta ton.

Cadangan tersebut membantu pemerintah menjaga ketersediaan beras, menyalurkan bantuan pangan, serta menstabilkan pasokan dan harga ketika diperlukan.

Baca Juga :  Bulog Bangun Gudang Pangan di 5 Kabupaten Jambi, Kapasitas Capai 1.000 Ton

Penyerapan beras dari dalam negeri juga memberi dukungan bagi petani. Melalui pengadaan tersebut, pemerintah dapat menyerap hasil panen sekaligus memperkuat persediaan beras untuk kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Perluas Penanganan Jaringan Irigasi

Selain mendorong produksi dan pengadaan beras, pemerintah memperkuat infrastruktur pertanian melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Kementerian Pekerjaan Umum mencatat penanganan jaringan irigasi mencakup sekitar 589.606 hektare pada 2025. Pemerintah menargetkan cakupan penanganan mencapai 750.000 hektare pada 2026.

Perbaikan jaringan irigasi bertujuan menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Infrastruktur tersebut juga mendukung peningkatan intensitas tanam dan membantu petani menghadapi perubahan musim maupun bencana hidrometeorologi.

Sumatera dan Jawa Menjadi Penopang Produksi Padi

Sejumlah provinsi di Sumatera berkontribusi besar terhadap produksi padi nasional. Berdasarkan data BPS 2025, Sumatera Selatan menghasilkan sekitar 3,63 juta ton GKG, sedangkan Lampung mencatat 3,25 juta ton.

Sumatera Utara menyusul dengan produksi sekitar 2,75 juta ton GKG. Sementara itu, Aceh menghasilkan sekitar 1,62 juta ton.

Di Aceh Utara, pemerintah juga mendorong pemulihan Bendung Krueng Pase untuk mengembalikan aliran irigasi. Upaya ini diharapkan membantu petani kembali mengolah sawah dan melanjutkan musim tanam setelah gangguan pada infrastruktur pengairan.

Baca Juga :  RUU Perampasan Aset Dikebut DPR, Pembahasan Ditargetkan Rampung Desember 2026

Pulau Jawa tetap menjadi salah satu pusat utama produksi padi nasional. Jawa Timur mencatat produksi 10,44 juta ton GKG pada 2025, disusul Jawa Barat dengan 10,23 juta ton dan Jawa Tengah sebanyak 9,30 juta ton.

Banten turut menyumbang sekitar 1,77 juta ton GKG. Produksi dari provinsi-provinsi tersebut mendukung pasokan beras nasional sekaligus membuka peluang penyerapan hasil panen petani untuk distribusi ke berbagai daerah.

Kalimantan dan Sulawesi Perkuat Pasokan Pangan

Kontribusi produksi padi juga datang dari wilayah di luar Jawa dan Sumatera. Di Kalimantan, Kalimantan Selatan menghasilkan sekitar 1,18 juta ton GKG pada 2025. Kalimantan Barat mencatat produksi sekitar 758.000 ton.

Sementara itu, Sulawesi Selatan menjadi salah satu penyangga utama produksi pangan di kawasan timur Indonesia. Provinsi tersebut menghasilkan 5,47 juta ton GKG pada 2025, meningkat 13,45 persen dibandingkan 2024.

Capaian tersebut menunjukkan peran berbagai daerah dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan nasional. Peningkatan produksi, pengadaan beras oleh Bulog, serta dukungan infrastruktur irigasi menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB