Jakarta, APGtimes.com — Calvin Verdonk mendapat pujian setelah menunjukkan performa impresif saat Lille menghadapi Bodo/Glimt pada pertandingan keempat Liga Champions 2026-2027.
Lille membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 0-0 di Stadion Aspmyra, Selasa (3/11/2026) malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.
Hasil tersebut menjadi poin pertama Lille dari empat pertandingan di Liga Champions musim ini. Meski gagal mencetak gol, Verdonk tampil menonjol ketika mengisi posisi bek kiri.
Media Perancis, Le Petit Lillois, mengapresiasi kontribusi pemain Timnas Indonesia tersebut. Verdonk tampil sejak awal untuk menggantikan Romain Perraud yang tidak masuk daftar pemain.
Media Perancis Apresiasi Penampilan Verdonk
Le Petit Lillois menilai Verdonk mampu menjalankan tugasnya dengan baik dalam bertahan maupun menyerang. Media tersebut juga menyoroti keberaniannya membantu Lille membangun serangan.
“Memulai pertandingan menggantikan Romain Perraud, ia memberikan penampilan yang solid, baik dalam bertahan maupun menyerang, seringkali mencoba maju ke depan, dengan tingkat keberhasilan dan akurasi yang bervariasi,” tulis Le Petit Lillois.
Media tersebut memberikan nilai enam untuk penampilan Verdonk dalam pertandingan melawan Bodo/Glimt.
Sementara itu, platform statistik FotMob memberikan penilaian lebih tinggi. Verdonk memperoleh rating 7,8, tertinggi kedua di skuad Lille setelah Berke Ozer yang meraih 8,0.
Catatan Statistik Calvin Verdonk
Pelatih Davide Ancelotti menempatkan Verdonk sebagai bek kiri untuk mengisi posisi yang biasanya ditempati Romain Perraud.
Kepercayaan tersebut dibayar dengan penampilan solid selama 90 menit. Catatan ini menjadi penampilan penuh kedua Verdonk di Liga Champions sepanjang kariernya.
Dalam distribusi bola, Verdonk mencatatkan akurasi umpan sebesar 83 persen. Ia mengirimkan 44 umpan tepat sasaran dari total 53 percobaan.
Selain itu, Verdonk menciptakan tiga peluang untuk Lille. Namun, tidak satu pun peluang tersebut menghasilkan gol.
Kontribusinya juga terlihat saat Lille menghadapi tekanan serangan tuan rumah. Verdonk mencatatkan delapan aksi bertahan, terdiri atas empat tekel, tiga sapuan, dan satu intersep.
Ia turut memenangi empat dari enam duel di lapangan. Bahkan, seluruh duel udara yang diikutinya berhasil ia menangkan.
Catatan tersebut menunjukkan peran penting Verdonk dalam menjaga lini belakang Lille sepanjang pertandingan.
Verdonk Raih Penghargaan Man of the Match
Performa impresif itu mengantarkan Verdonk meraih penghargaan Man of the Match (MOTM). Meski bangga dengan pencapaian tersebut, ia mengaku belum sepenuhnya puas karena Lille gagal mendapatkan tiga poin.
“Ya, kita butuh tiga poin. Sayangnya, kita imbang jadi, tidak benar-benar puas. Tapi, ya, setidaknya kita mendapatkan satu poin,” ujar Verdonk.
Ia juga mengungkapkan kegembiraannya setelah meraih penghargaan pemain terbaik di kompetisi Liga Champions.
“Ya, sangat senang. Di Champions League, panggung terbesar di sepak bola. Jadi, sangat senang dengan itu,” katanya.
Verdonk bahkan berencana memajang trofi MOTM di kamar tidurnya agar bisa terus melihat penghargaan tersebut.
“Saya pikir saya akan menampilkannya di ruang tidur saya, di sebelah TV, agar saya bisa menontonnya sepanjang waktu,” tutupnya. (de*)









