Starbucks Tutup 250 Gerai di AS dan Kanada, Ini Alasan dan Strategi Pemulihannya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Starbucks menutup 250 gerai di AS dan Kanada pekan ini. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memulihkan kinerja bisnis.()

Starbucks menutup 250 gerai di AS dan Kanada pekan ini. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memulihkan kinerja bisnis.()

Jakarta, APGtimes.com – Starbucks akan menutup 250 gerai di Amerika Serikat (AS) dan Kanada pada pekan ini. Perusahaan memilih gerai yang dinilai tidak mampu memberikan kinerja operasional dan keuangan sesuai target.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemulihan bisnis yang dijalankan CEO Starbucks Brian Niccol. Perusahaan juga menata kembali gerai yang masih beroperasi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.

Chief Operating Officer Starbucks Mike Grams menyampaikan rencana penutupan itu melalui surat kepada karyawan pada Kamis (24/9/2026).

Penutupan 250 gerai tersebut akan mengurangi sekitar 1 persen dari total gerai Starbucks di Amerika Utara.

Starbucks Evaluasi Jaringan Gerai

Starbucks melakukan evaluasi terhadap seluruh jaringan tokonya di Amerika Utara. Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah lokasi tidak memiliki prospek untuk mencapai kinerja keuangan yang diharapkan.

Perusahaan juga mempertimbangkan kemampuan setiap gerai dalam memberikan pengalaman yang sesuai bagi pelanggan dan karyawan.

Baca Juga :  Pajak Marketplace Ditunda Lagi, Pemerintah Baru Berlakukan PPh Pedagang Online November 2026

Pada kuartal terakhir, Starbucks mengoperasikan 18.371 gerai di Amerika Utara. Jumlah tersebut menurun dari 18.734 gerai pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penutupan terbaru ini terjadi hampir setahun setelah Starbucks melakukan pengurangan jaringan gerai sekitar 1 persen dalam rangka restrukturisasi.

Gerai yang Bertahan Akan Direnovasi

Starbucks tidak hanya mengurangi jumlah gerai. Perusahaan juga mempercepat renovasi pada lokasi yang tetap beroperasi di AS dan Kanada.

Melalui program tersebut, Starbucks akan mengembalikan sejumlah kursi dan menciptakan suasana kafe yang lebih nyaman bagi pelanggan.

Perusahaan menargetkan sedikitnya 1.500 gerai mendapatkan pembaruan atau “uplifts” hingga akhir tahun fiskal 2026.

Program renovasi tersebut akan berlanjut pada tahun fiskal 2027. Starbucks juga menyiapkan pusat teknologi di India yang rencananya mulai beroperasi tahun depan.

Penjualan Gerai Starbucks Mulai Tumbuh

Di tengah penataan jaringan gerai, kinerja penjualan Starbucks menunjukkan perkembangan positif.

Baca Juga :  Kapal Maersk Keluar Selat Hormuz dengan Pengawalan AS, Ini Fakta Lengkapnya

Pada kuartal III, penjualan gerai yang sama atau same-store sales tumbuh 7,9 persen. Capaian tersebut melampaui perkiraan Wall Street sebesar 5,7 persen berdasarkan data Bloomberg.

Pertumbuhan itu juga lebih tinggi dibandingkan kuartal II yang mencapai 6,2 persen.

Sebaliknya, pada kuartal III tahun sebelumnya, same-store sales Starbucks justru mengalami penurunan 2 persen.

Analis William Blair Sharon Zackfia menilai pengurangan gerai dapat memberikan dampak positif secara moderat terhadap pertumbuhan penjualan gerai yang sama.

Meski penjualan mulai membaik, kinerja saham Starbucks masih tertinggal dari indeks S&P 500 dalam setahun terakhir. Saham Starbucks naik sekitar 10 persen, sedangkan S&P 500 mencatat kenaikan 15 persen.

Dengan penutupan 250 gerai dan percepatan renovasi, Starbucks kini fokus menata kembali jaringan tokonya sekaligus memperbaiki pengalaman pelanggan di lokasi yang tetap beroperasi. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama
Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen
Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB
Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta
PPh 21 2027 Berlanjut, Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Jadi Sasaran
Asing Jual Bersih Rp204,3 Miliar di Sesi I, GOTO Paling Banyak Dilepas
Harga Emas Antam Hari Ini 30 September 2026 Naik Rp15.000, 1 Gram Jadi Rp2,595 Juta
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta

Berita Terbaru