Stok Pertalite Turun Jadi 16–18 Hari, Bahlil Ungkap Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Jakarta, APGtimes.com – Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite secara nasional turun menjadi sekitar 16–18 hari dari kondisi normal yang mencapai 20 hari. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, penurunan tersebut terjadi karena meningkatnya konsumsi Pertalite setelah sebagian masyarakat beralih dari BBM nonsubsidi.

Meski persediaan menyusut, Bahlil memastikan stok Pertalite masih dalam kondisi aman. Pemerintah memperkirakan persediaan BBM beroktan 90 itu dapat kembali mencapai 20 hari dalam waktu sekitar satu minggu.

Bahlil menyampaikan penjelasan tersebut di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Ia menegaskan, kondisi stok saat ini belum menunjukkan kekurangan pasokan yang melampaui standar minimum nasional.

Konsumen Beralih dari Pertamax ke Pertalite

Bahlil menjelaskan, perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi faktor utama penurunan stok Pertalite. Sebagian pengguna BBM nonsubsidi, terutama RON 92 seperti Pertamax dan RON 95 seperti Pertamax Green, beralih menggunakan BBM bersubsidi karena perbedaan harga.

Peralihan tersebut meningkatkan permintaan Pertalite sehingga persediaannya turun dibandingkan kondisi normal.

Baca Juga :  Kepala BKN Ungkap Banyak Barang Hilang di Kantor Pemerintah, ASN Diberi Peringatan

“Yang terjadi pergeseran ke 16–18 hari itu adalah RON 90,” kata Bahlil saat menjelaskan kondisi stok BBM nasional.

Menurut dia, penurunan persediaan tidak terjadi pada seluruh jenis BBM. Stok Solar, RON 92, RON 95, dan RON 98 masih berada dalam kondisi yang terkendali.

Pemerintah juga terus memantau proses pengolahan BBM RON 90 di kilang untuk menjaga ketersediaan pasokan. Bahlil memperkirakan tambahan waktu sekitar satu minggu cukup untuk mengembalikan stok Pertalite ke kisaran 20 hari.

Bahlil Minta Penimbun BBM Subsidi Ditindak

Selain membahas penurunan stok Pertalite, Bahlil menyoroti dugaan praktik penimbunan BBM bersubsidi untuk kemudian dijual kembali dengan harga industri.

Ia meminta Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menindak tegas pihak yang menampung BBM subsidi, terutama Biosolar, lalu menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi.

Bahlil menyampaikan permintaan tersebut dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Rapat itu turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan sejumlah pejabat terkait.

Baca Juga :  Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Lagi Pakai BBM Subsidi, Aturan Pembatasan Disiapkan

Bahlil menilai praktik tersebut merugikan negara karena pemerintah menanggung subsidi agar masyarakat dan sektor yang berhak memperoleh BBM dengan harga lebih terjangkau.

Ia meminta aparat penegak hukum memproses pihak yang terbukti menyalahgunakan distribusi BBM bersubsidi.

Pemerintah Pantau Pasokan dan Distribusi BBM

Penurunan stok Pertalite menjadi perhatian pemerintah di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. Pemerintah perlu menjaga ketersediaan BBM bersubsidi agar distribusinya tetap berjalan sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, penindakan terhadap dugaan penimbunan juga menjadi bagian penting dalam menjaga penyaluran subsidi tepat sasaran. Praktik penjualan kembali BBM subsidi dengan harga industri berpotensi mengurangi manfaat subsidi bagi masyarakat yang berhak menerimanya.

Pemerintah memastikan pemantauan pasokan tetap berlangsung sembari menunggu stok Pertalite kembali ke kondisi normal. Masyarakat juga diharapkan menggunakan BBM sesuai peruntukan agar distribusi energi bersubsidi berjalan lebih efektif. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB