Tito Ungkap Rp 9 Triliun Anggaran Pemulihan Bencana Sumatera Bergeser ke 2027

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam agenda Rapat Pemulihan Pascabencana Sumatera, di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam agenda Rapat Pemulihan Pascabencana Sumatera, di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan selisih sekitar Rp 9 triliun dalam rencana anggaran pemulihan pascabencana Sumatera pada 2026. Sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) mengurangi pengajuan dana karena waktu pelaksanaan program hingga akhir tahun terlalu singkat.

Tito menjelaskan, pemerintah semula merencanakan anggaran pemulihan sebesar Rp 39,1 triliun. Namun, sejumlah K/L hanya mengajukan Rp 29,9 triliun sehingga selisih anggaran mencapai sekitar Rp 9 triliun.

“Totalnya dari Rp 39,1 menjadi Rp 29,9 sehingga ada selisih Rp 9 triliun yang sudah ada direktif Presidennya, tapi K/L menyampaikan kalau waktunya mepet, enggak bisa,” kata Tito dalam Rapat Pemulihan Pascabencana Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Persetujuan Anggaran Terlambat, K/L Kesulitan Mengejar Target

Tito menyebut waktu persetujuan anggaran menjadi salah satu kendala utama. Kementerian Keuangan baru menyetujui anggaran pada pertengahan tahun, sedangkan kementerian dan lembaga harus menyelesaikan kegiatan paling lambat Desember 2026.

“Dari target Rp 39,1 triliun itu baru di-approve oleh Kementerian Keuangan sudah pertengahan tahun, ada K/L yang enggak bisa mengeksekusi sampai dengan Desember. Sehingga mereka mengurangi anggarannya, permintaannya,” ujar Tito.

Baca Juga :  BNPB Siapkan Rp 126 Miliar untuk Rehab-Rekon Bencana di 3 Provinsi Sumatera

Akibat keterbatasan waktu tersebut, sejumlah instansi menyesuaikan pengajuan dana dengan kemampuan pelaksanaan program. Langkah itu membuat pengajuan anggaran pemulihan turun dari Rp 39,1 triliun menjadi Rp 29,9 triliun.

Tito Targetkan Rp 42 Triliun untuk Pemulihan pada 2027

Tito menyampaikan bahwa pemerintah berencana mengalihkan sekitar Rp 9 triliun ke program pemulihan Sumatera pada 2027. Pemerintah akan menambahkan dana tersebut ke alokasi anggaran tahun depan yang mencapai sekitar Rp 33 triliun.

Dengan perhitungan itu, pemerintah menargetkan total anggaran pemulihan Sumatera pada 2027 mencapai Rp 42 triliun.

“Kami harapkan Rp 9 triliun ini akan diluncurkan ke tahun 2027 ditambah dengan Rp 33 triliun alokasinya, sehingga tahun depan pemulihannya sebanyak Rp 42 triliun,” kata Tito.

Penambahan dana tersebut memberi ruang bagi kementerian dan lembaga untuk menyelesaikan program rehabilitasi serta rekonstruksi. Pemerintah juga dapat mengatur jadwal kegiatan agar sesuai dengan kebutuhan daerah terdampak.

Baca Juga :  Nobar Piala Dunia 2026 Kini Wajib Daftar ke TVRI, Ini Aturan Lengkapnya

Tito Minta K/L Tidak Memangkas Program untuk Warga

Tito menegaskan bahwa pemerintah harus mempertahankan seluruh kegiatan pemulihan yang telah direncanakan. Ia meminta kementerian dan lembaga tidak memangkas program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat terdampak bencana.

“Kegiatannya enggak boleh dikurangi karena akan berdampak ke masyarakat,” ujar Tito.

Karena itu, pemerintah perlu menyesuaikan jadwal dan alokasi dana tanpa mengurangi kegiatan utama. Langkah tersebut penting agar masyarakat tetap memperoleh dukungan selama proses pemulihan berlangsung.

Anggaran Pemulihan Sumatera Capai Rp 100,1 Triliun hingga 2028

Pemerintah menyiapkan total anggaran Rp 100,1 triliun selama tiga tahun untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Rencana anggaran tersebut terbagi sebagai berikut:

  • 2026: Rp 38,9 triliun.

  • 2027: Rp 32,9 triliun.

  • 2028: Rp 28,2 triliun.

Rencana pengalihan sekitar Rp 9 triliun ke 2027 menjadi bagian dari penyesuaian pelaksanaan program pemulihan. Pemerintah perlu memastikan setiap kementerian dan lembaga mampu menjalankan kegiatan sesuai jadwal serta menjaga manfaat program bagi masyarakat terdampak. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB