Jambi, APGtimes.com – Sejumlah pemerintah daerah di Provinsi Jambi mulai mengajukan kebutuhan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 kepada pemerintah pusat. Namun, tidak semua daerah mengambil langkah yang sama.
Beberapa kabupaten dan kota memilih mengajukan formasi baru untuk mengisi kebutuhan aparatur sipil negara (ASN). Sementara itu, daerah lainnya masih menunda usulan karena mempertimbangkan kondisi keuangan daerah dan fokus menyelesaikan penataan tenaga honorer melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kota Jambi Usulkan 330 Formasi
Pemerintah Kota Jambi menjadi salah satu daerah yang paling awal mengajukan kebutuhan CPNS 2026.
Pemkot Jambi mengusulkan 330 formasi melalui sistem e-formasi pemerintah pusat. Saat ini, Kementerian PAN-RB masih mengevaluasi kebutuhan tersebut sebelum menetapkan kuota final.
Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, mengatakan pemerintah pusat belum menentukan jumlah formasi yang akan disetujui.
Pemkot Jambi mengarahkan kebutuhan tersebut untuk mengisi berbagai jabatan teknis dan pelayanan publik. Namun, pemerintah kota tidak mengusulkan formasi guru karena kebutuhan tenaga pendidik dinilai sudah mencukupi. Selain itu, sekitar 240 ASN akan memasuki masa pensiun pada 2026 sehingga pemerintah perlu menyiapkan penggantinya.
Tebo Ikut Ajukan Formasi
Selain Kota Jambi, Pemerintah Kabupaten Tebo juga mengajukan kebutuhan CPNS 2026.
Usulan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari tenaga kesehatan, tenaga teknis hingga kebutuhan aparatur pemerintahan. Saat ini pemerintah pusat masih melakukan evaluasi terhadap usulan yang masuk dari seluruh daerah.
Muaro Jambi dan Bungo Belum Ajukan CPNS
Berbeda dengan Kota Jambi dan Tebo, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memilih tidak mengajukan formasi CPNS 2026.
Pemkab Muaro Jambi lebih fokus melakukan penataan ASN yang ada serta menyelesaikan tenaga honorer melalui skema PPPK.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bungo juga belum mengusulkan formasi CPNS baru. Pemerintah daerah mempertimbangkan tingginya porsi belanja pegawai sehingga memilih menunda penambahan ASN melalui jalur CPNS.
Sejumlah Daerah Masih Menunggu
Hingga pertengahan Juni 2026, beberapa daerah di Jambi juga belum mengumumkan secara resmi jumlah formasi yang akan diajukan.
Daerah tersebut antara lain Kabupaten Batanghari, Merangin, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, serta Kota Sungai Penuh.
Pemerintah daerah masih menunggu perkembangan kebijakan nasional terkait kebutuhan ASN dan formasi CPNS tahun depan.
Pemprov Jambi Prioritaskan PPPK
Di tingkat provinsi, Pemerintah Provinsi Jambi belum mengumumkan usulan formasi CPNS 2026.
Pemprov Jambi saat ini lebih memprioritaskan penyelesaian tenaga honorer melalui jalur PPPK. Selain itu, pemerintah provinsi masih menghitung kebutuhan ASN yang akan menjadi dasar pengajuan formasi ke pemerintah pusat.
Masyarakat yang ingin mengikuti seleksi CPNS 2026 diimbau terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Kementerian PAN-RB.
Pasalnya, usulan formasi dari daerah belum otomatis menjadi kuota penerimaan. Pemerintah pusat masih akan melakukan verifikasi dan evaluasi sebelum menetapkan formasi CPNS 2026 secara resmi. (de*)









