AS dan Iran Resmi Damai, Selat Hormuz Dibuka dan Nuklir Diawasi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS, Donald Trump, berada di antara sejumlah petinggi negara yang menghadiri KTT G7 di Perancis, Rabu (17/6/2026). (AFP/GETTY IMAGES melalui BBC INDONESIA)

Presiden AS, Donald Trump, berada di antara sejumlah petinggi negara yang menghadiri KTT G7 di Perancis, Rabu (17/6/2026). (AFP/GETTY IMAGES melalui BBC INDONESIA)

Jakarta, APGtimes.com – Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi menjalankan perjanjian baru untuk memperpanjang gencatan senjata mulai Kamis (18/6/2026). Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyepakati 14 poin penting yang mencakup penghentian konflik, pembukaan Selat Hormuz, hingga pengawasan program nuklir Iran.

Trump meneken dokumen kesepakatan saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Evian-les-Bains, Perancis.

“Sudah diteken,” kata Trump kepada wartawan usai menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Menteri Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan tim AS dan Iran menyusun dokumen dalam bahasa Inggris dan Farsi untuk menghindari perbedaan penafsiran.

Menurut Baghaei, kedua negara ingin memperlihatkan transparansi kepada publik melalui penggunaan dua bahasa resmi dalam dokumen tersebut.

Selat Hormuz Kembali Beroperasi

Iran berkomitmen membuka kembali akses pelayaran komersial di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia.

Pemerintah Iran juga menjamin keamanan kapal-kapal dagang yang melintasi kawasan tersebut tanpa membebankan biaya tambahan.

Baca Juga :  Bank Dunia Resmi Kurangi Pinjaman ke China, Target Nol pada 2031

Selain itu, AS dan Iran akan menghilangkan hambatan teknis serta hambatan militer yang mengganggu aktivitas pelayaran.

Pembukaan kembali Selat Hormuz memberi angin segar bagi pasar energi global setelah penutupan jalur tersebut sempat mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Iran Tinggalkan Ambisi Senjata Nuklir

Dalam perjanjian itu, Iran berjanji tidak memiliki, membeli, maupun mengembangkan senjata nuklir.

Pemerintah Iran dan AS juga sepakat menyerahkan pengawasan program nuklir kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Kedua negara akan melanjutkan pembahasan mengenai pengelolaan uranium Iran pada tahap negosiasi berikutnya.

Pemerintahan Trump menilai komitmen tersebut sebagai pencapaian utama dalam proses perdamaian.

AS Siapkan Dukungan Ekonomi

AS bersama sejumlah mitra regional akan menyusun rencana pembangunan ekonomi Iran senilai 300 miliar dollar AS atau sekitar Rp5.349 triliun.

Melalui skema tersebut, berbagai negara mitra dapat menanamkan investasi untuk mendukung pemulihan ekonomi Iran.

Namun, pemerintah AS menegaskan tidak akan mengirim dana langsung kepada Iran.

Sanksi dan Aset Iran Masuk Agenda Negosiasi

AS membuka peluang untuk mengakhiri berbagai sanksi ekonomi terhadap Iran. Kedua negara akan menentukan jadwal dan mekanisme pelaksanaannya dalam pembahasan lanjutan.

Baca Juga :  Ketegangan Timur Tengah Memanas, AS Diduga Siapkan Israel untuk Perang Lagi

Selain itu, Washington juga membuka peluang akses kembali terhadap sejumlah aset Iran yang selama ini berada dalam pembekuan.

Memuat 14 Kesepakatan Penting

Kesepakatan damai ini mencakup penghentian konflik, penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara, pembukaan Selat Hormuz, penghentian sanksi ekonomi, pengawasan program nuklir Iran, pengembalian akses aset, pembentukan mekanisme pemantauan, serta penyusunan perjanjian damai permanen.

AS dan Iran juga akan melanjutkan negosiasi selama 60 hari ke depan untuk menyelesaikan berbagai poin teknis yang belum mencapai kesepakatan final.

Perjanjian ini membuka babak baru dalam hubungan kedua negara setelah konflik yang melibatkan AS, Iran, dan Israel memicu ketegangan geopolitik sejak awal 2026.

Meski sejumlah poin masih memerlukan pembahasan lanjutan, kedua negara menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas kawasan dan mendorong perdamaian jangka panjang di Timur Tengah. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb
Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal
G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas
Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad
Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta
Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya
FBI Kebobolan Data, ShinyHunters Klaim Curi Informasi Sensitif Ribuan Pegawai
Malaysia Pulangkan 1.476 Warga Myanmar, PBB Soroti Risiko Keamanan di Negara Asal
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:09 WIB

G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta

Berita Terbaru