Bahlil Buka Suara Soal Konversi Elpiji ke CNG, Pemerintah Ingin Kurangi Impor Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purworejo, APGtimes.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah masih mengkaji rencana konversi penggunaan elpiji ke Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut Bahlil, pemerintah menyusun langkah tersebut untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor elpiji yang selama ini masih cukup besar.

Ia menyampaikan hal itu usai menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026) malam.

Pemerintah Perkuat Bauran Energi Nasional

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong diversifikasi sumber energi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin meningkatkan pemanfaatan sumber energi yang tersedia di dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga berupaya mengurangi tekanan terhadap anggaran negara akibat tingginya kebutuhan impor elpiji.

Baca Juga :  DPR Minta Pemerintah Ubah Sistem Mitigasi Bencana, Banjir Padang Jadi Alarm Perubahan Iklim

Menurut Bahlil, rencana konversi ke CNG menjadi salah satu opsi yang saat ini masih berada dalam tahap pembahasan.

“Itu bagian dari bauran energi yang terus kami dorong untuk mengurangi impor elpiji,” ujarnya.

Program Masih Dalam Tahap Kajian

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan final terkait penerapan program konversi tersebut.

Saat ini, kementerian dan lembaga terkait masih menyusun berbagai kajian teknis sebelum menentukan langkah lanjutan.

Karena itu, pemerintah belum menetapkan jadwal pelaksanaan maupun kelompok pengguna yang akan menjadi prioritas program.

Bahlil juga belum menjelaskan secara rinci mekanisme penerapan konversi apabila pemerintah nantinya memutuskan menjalankan program tersebut.

CNG Dinilai Punya Potensi Besar

Pemerintah selama beberapa tahun terakhir terus mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi alternatif.

Dalam berbagai pembahasan kebijakan energi, CNG kerap muncul sebagai salah satu pilihan yang memiliki potensi besar untuk menggantikan sebagian penggunaan energi impor.

Baca Juga :  Daftar Pinjol Resmi OJK Agustus 2026, Cek 94 Aplikasi Pinjaman Online Legal

Selain memanfaatkan sumber daya dalam negeri, penggunaan CNG juga berpotensi meningkatkan efisiensi energi di sejumlah sektor.

Karena alasan tersebut, pemerintah terus mengevaluasi peluang pemanfaatan CNG dalam skala yang lebih luas.

Fokus Jaga Ketahanan Energi Nasional

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan pasokan energi tetap aman di tengah perubahan kondisi ekonomi dan geopolitik global.

Karena itu, pemerintah terus menjalankan berbagai strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap dapat memenuhi kebutuhan energi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk energi impor.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sistem energi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat
Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo
Lion Air Group Ungkap Kondisi Terbaru Delay Penerbangan, Ketepatan Waktu Naik
Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah
18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat
SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah
Setahun Jadi Tersangka, KPK Ungkap Nasib Heri Gunawan dan Satori di Kasus CSR BI-OJK
Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:09 WIB

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09 WIB

SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB