Teheran, APGtimes.com — Banyak warga Teheran masih meragukan masa depan hubungan Amerika Serikat dan Iran meski kedua negara telah mencapai kesepakatan damai.
Amerika Serikat dan Iran akan menandatangani perjanjian tersebut di Jenewa, Swiss, pada Jumat (19/6/2026).
Kesepakatan itu mengakhiri konflik yang berlangsung hampir empat bulan. Namun sejumlah persoalan penting masih menunggu penyelesaian.
Warga Khawatir Perdamaian Tidak Bertahan Lama
Sejumlah warga Teheran mengaku belum percaya kesepakatan itu mampu menciptakan stabilitas jangka panjang.
Mereka menilai Amerika Serikat dan Iran masih memiliki banyak perbedaan kepentingan yang berpotensi memicu ketegangan baru.
Sebagian warga juga menyoroti belum adanya kejelasan terkait program nuklir Iran, pencabutan sanksi, dan aset negara yang masih dibekukan.
Kondisi tersebut membuat banyak warga memilih menunggu perkembangan setelah penandatanganan perjanjian.
Kelompok Pro-Pemerintah Minta Iran Tetap Tegas
Kelompok pendukung pemerintah Iran meminta Teheran tetap berhati-hati dalam menjalankan kesepakatan damai.
Mereka menilai pemerintah harus mempertahankan posisi strategis yang berhasil diraih selama konflik berlangsung.
Sebagian kelompok juga meminta pemerintah tidak terburu-buru mengambil keputusan yang dapat merugikan kepentingan nasional.
Pasar Iran Langsung Bereaksi Positif
Pelaku pasar langsung merespons positif kabar perdamaian antara Washington dan Teheran.
Nilai tukar mata uang Iran menguat dalam beberapa hari terakhir.
Harga emas di Teheran juga turun seiring meningkatnya optimisme terhadap kondisi ekonomi.
Sementara itu, indeks Bursa Efek Teheran terus mencatat penguatan dan mencapai level tertinggi baru.
Ekonomi Jadi Harapan Utama
Pelaku usaha berharap kesepakatan damai membuka peluang pemulihan ekonomi yang lebih cepat.
Mereka menaruh harapan besar pada pencabutan sanksi serta terbukanya kembali jalur perdagangan internasional.
Langkah tersebut diyakini dapat meningkatkan aktivitas bisnis dan memperkuat daya beli masyarakat.
Dunia Tunggu Isi Kesepakatan
Hingga saat ini, pemerintah Iran dan Amerika Serikat belum merilis isi lengkap perjanjian damai yang akan ditandatangani.
Meski demikian, kedua negara sama-sama menunjukkan optimisme terhadap hasil negosiasi yang telah berlangsung selama beberapa bulan.
Banyak pengamat meyakini keberhasilan pelaksanaan kesepakatan akan menentukan arah hubungan Iran dan Amerika Serikat serta memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun ke depan. (de*)








