AS dan Iran Sepakat Damai, Warga Teheran Justru Masih Waswas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Teheran, APGtimes.com — Banyak warga Teheran masih meragukan masa depan hubungan Amerika Serikat dan Iran meski kedua negara telah mencapai kesepakatan damai.

Amerika Serikat dan Iran akan menandatangani perjanjian tersebut di Jenewa, Swiss, pada Jumat (19/6/2026).

Kesepakatan itu mengakhiri konflik yang berlangsung hampir empat bulan. Namun sejumlah persoalan penting masih menunggu penyelesaian.

Warga Khawatir Perdamaian Tidak Bertahan Lama

Sejumlah warga Teheran mengaku belum percaya kesepakatan itu mampu menciptakan stabilitas jangka panjang.

Mereka menilai Amerika Serikat dan Iran masih memiliki banyak perbedaan kepentingan yang berpotensi memicu ketegangan baru.

Sebagian warga juga menyoroti belum adanya kejelasan terkait program nuklir Iran, pencabutan sanksi, dan aset negara yang masih dibekukan.

Baca Juga :  UEA Percepat Pipa Minyak West-East untuk Hindari Blokade Selat Hormuz

Kondisi tersebut membuat banyak warga memilih menunggu perkembangan setelah penandatanganan perjanjian.

Kelompok Pro-Pemerintah Minta Iran Tetap Tegas

Kelompok pendukung pemerintah Iran meminta Teheran tetap berhati-hati dalam menjalankan kesepakatan damai.

Mereka menilai pemerintah harus mempertahankan posisi strategis yang berhasil diraih selama konflik berlangsung.

Sebagian kelompok juga meminta pemerintah tidak terburu-buru mengambil keputusan yang dapat merugikan kepentingan nasional.

Pasar Iran Langsung Bereaksi Positif

Pelaku pasar langsung merespons positif kabar perdamaian antara Washington dan Teheran.

Nilai tukar mata uang Iran menguat dalam beberapa hari terakhir.

Harga emas di Teheran juga turun seiring meningkatnya optimisme terhadap kondisi ekonomi.

Sementara itu, indeks Bursa Efek Teheran terus mencatat penguatan dan mencapai level tertinggi baru.

Baca Juga :  AS dan Iran Resmi Damai, Selat Hormuz Dibuka dan Nuklir Diawasi

Ekonomi Jadi Harapan Utama

Pelaku usaha berharap kesepakatan damai membuka peluang pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Mereka menaruh harapan besar pada pencabutan sanksi serta terbukanya kembali jalur perdagangan internasional.

Langkah tersebut diyakini dapat meningkatkan aktivitas bisnis dan memperkuat daya beli masyarakat.

Dunia Tunggu Isi Kesepakatan

Hingga saat ini, pemerintah Iran dan Amerika Serikat belum merilis isi lengkap perjanjian damai yang akan ditandatangani.

Meski demikian, kedua negara sama-sama menunjukkan optimisme terhadap hasil negosiasi yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Banyak pengamat meyakini keberhasilan pelaksanaan kesepakatan akan menentukan arah hubungan Iran dan Amerika Serikat serta memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun ke depan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Kapal Bawa 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal
Thailand Perketat Senjata Api Usai Penembakan Sekolah, Izin Pembelian Ditangguhkan
Mojtaba Khamenei Tunjuk 6 Komandan Baru, Iran Siapkan Diri Hadapi Konflik Panjang
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:09 WIB

108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah

Berita Terbaru