Jambi, APGtimes.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi terus mengusut kasus dugaan peretasan Bank Jambi yang menyebabkan hilangnya saldo nasabah dan mengganggu layanan perbankan dalam beberapa waktu terakhir.
Perkembangan terbaru menunjukkan tim audit telah menyelesaikan audit forensik yang diminta Bank Jambi. Hasil pemeriksaan tersebut kini menjadi salah satu bahan utama yang membantu penyidik mengungkap kasus tersebut.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi juga telah menerima laporan audit forensik itu sejak awal Juni 2026.
Penyidik Dalami Temuan Audit Forensik
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengatakan tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus masih mendalami berbagai temuan yang muncul dalam proses audit.
Menurut Erlan, hasil audit forensik dapat mempercepat proses pengungkapan kasus karena penyidik memperoleh tambahan data dan informasi teknis yang lebih lengkap.
Tim penyidik saat ini terus mengumpulkan alat bukti serta mencocokkan setiap temuan dengan keterangan para saksi.
Selain itu, penyidik juga menelusuri berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan dugaan peretasan sistem Bank Jambi.
“Hasil audit forensik tentunya membantu proses penyelidikan dan penyidikan. Saat ini tim masih terus bekerja mendalami seluruh temuan yang ada,” kata Erlan.
Puluhan Saksi Sudah Jalani Pemeriksaan
Penyidik telah memeriksa puluhan saksi sejak kasus ini mencuat ke publik.
Mereka memintai keterangan dari jajaran direksi, pegawai internal, hingga pihak ketiga yang memiliki hubungan dengan operasional dan sistem teknologi Bank Jambi.
Tim penyidik juga memeriksa sejumlah pihak yang mengetahui alur transaksi dan sistem keamanan yang digunakan bank tersebut.
Melalui pemeriksaan tersebut, penyidik berupaya menyusun kronologi secara lengkap dan mengidentifikasi celah keamanan yang mungkin dimanfaatkan pelaku.
Kerugian Ditaksir Mencapai Rp143 Miliar
Hasil pendalaman sementara menunjukkan nilai kerugian dalam kasus ini mencapai sekitar Rp143 miliar.
Penyidik memperkirakan pelaku membobol sekitar 6.000 rekening nasabah Bank Jambi.
Besarnya angka kerugian membuat kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan otoritas sektor keuangan.
Karena itu, penyidik terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses pengungkapan kasus.
Layanan Bank Jambi Masih Terbatas
Di tengah proses penyelidikan, Bank Jambi masih mengoperasikan sejumlah layanan secara terbatas.
Nasabah hingga kini belum dapat menggunakan layanan mobile banking seperti sebelum insiden terjadi.
Sementara itu, pihak bank hanya mengoperasikan layanan ATM pada jam-jam tertentu.
Kondisi tersebut membuat sebagian nasabah masih mengalami kendala saat melakukan transaksi perbankan.
Masyarakat berharap Bank Jambi segera memulihkan seluruh layanan agar aktivitas keuangan dapat kembali berjalan normal.
Selain menunggu pemulihan sistem, nasabah juga berharap aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku dan menuntaskan kasus yang merugikan ribuan rekening tersebut. (de*)









