Antrean BBM Mengular di Sumbar, Pemerintah Temukan Dugaan Penyalahgunaan Solar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean BBM subsidi jenis solar mengular di Kota Padang Sumatera Barat, beberapa waktu lalu. Antrean ini informasinya kembali terjadi beberapa waktu belakang di Pasaman, Solok dan Sijunjung.(Rahmat Panji (Kompas.com))

Antrean BBM subsidi jenis solar mengular di Kota Padang Sumatera Barat, beberapa waktu lalu. Antrean ini informasinya kembali terjadi beberapa waktu belakang di Pasaman, Solok dan Sijunjung.(Rahmat Panji (Kompas.com))

Padang, APGtimes.com – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan BBM subsidi jenis Solar kembali muncul di sejumlah daerah di Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi Sumbar menilai kondisi tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan Solar subsidi untuk mendukung aktivitas penambangan tanpa izin.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heriyanto, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait antrean kendaraan di berbagai SPBU.

Menurut Helmi, antrean kini terlihat di sejumlah wilayah seperti Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, dan Pasaman Barat.

Pemprov Temukan Dugaan Penyalahgunaan Solar

Helmi menjelaskan bahwa tim pengawas telah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi distribusi BBM subsidi.

Saat petugas melakukan pengawasan, antrean biasanya berkurang dan situasi kembali tertib.

Namun, setelah pengawasan berakhir, antrean kembali muncul di sejumlah SPBU.

Hasil pemantauan menunjukkan adanya dugaan penyalahgunaan Solar subsidi dalam jumlah besar.

Menurut Helmi, sebagian Solar subsidi diduga mengalir ke aktivitas penambangan tanpa izin yang masih beroperasi di sejumlah daerah.

Baca Juga :  Harimau Berkeliaran di Kerinci, Desa Ujung Ladang Minta BKSDA Jambi Segera Bertindak

Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat pengawasan agar masyarakat tetap memperoleh haknya atas BBM subsidi.

Pelaku Gunakan Berbagai Modus

Helmi mengungkapkan bahwa pelaku memakai berbagai cara untuk mendapatkan Solar subsidi dalam jumlah besar.

Sebagian pelaku menggunakan kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi agar mampu menampung lebih banyak BBM.

Selain itu, pelaku juga memperbesar kapasitas tangki secara ilegal untuk meningkatkan volume pembelian.

Petugas juga menemukan penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan dokumen kendaraan resmi.

Menurut Helmi, praktik tersebut tidak hanya merugikan negara tetapi juga mengganggu distribusi energi kepada masyarakat yang berhak.

Gubernur Minta Daerah Bentuk Satgas

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meminta pemerintah kabupaten dan kota memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi.

Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah daerah diminta segera membentuk Satuan Tugas Pengendalian dan Pengawasan BBM Subsidi.

Helmi menegaskan bahwa bupati dan wali kota perlu menggerakkan seluruh jajaran untuk melakukan operasi pengawasan secara rutin di SPBU.

Baca Juga :  Polres Sarolangun Bongkar Jaringan Narkoba, Sita 53.000 Pil Ekstasi dan 897 Vape Narkoba

Langkah tersebut bertujuan menekan penyimpangan distribusi Solar subsidi yang kembali marak.

Pembelian Solar Dibatasi 50 Liter

Pemerintah Provinsi Sumbar telah menerapkan pembatasan pembelian BBM subsidi bagi kendaraan pribadi sejak 1 April 2026.

Melalui kebijakan tersebut, setiap kendaraan hanya dapat membeli maksimal 50 liter BBM per hari.

Selain pembatasan pembelian, pemerintah juga memperkuat inspeksi lapangan, meningkatkan koordinasi lintas instansi, dan memperbaiki sistem pelaporan distribusi BBM.

Pemerintah berharap langkah tersebut mampu mengurangi penyimpangan sekaligus memastikan subsidi energi tepat sasaran.

Pemerintah Kejar Distribusi Tepat Sasaran

Mahyeldi menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian BBM subsidi memerlukan dukungan seluruh pihak.

Pemerintah daerah, Pertamina, Hiswana Migas, aparat penegak hukum, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengawasi distribusi energi bersubsidi.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar Solar dan Pertalite subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima.

Pemerintah berharap antrean panjang di SPBU dapat segera berkurang sehingga aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan normal.

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Monadi Mulai Pembangunan RSUD Kerinci, Proyek Kesehatan Ditargetkan Selesai 210 Hari
Geger di Tanjung Pauh, Sopir Truk Batu Bara Meninggal di Dalam Kabin Kendaraan
Audit Forensik Bank Jambi Rampung, Polda Jambi Terus Kejar Pengungkapan Kasus Peretasan
Mutasi Besar di Sungai Penuh, 56 Pejabat Dilantik Termasuk Camat dan Kepala Puskesmas
Daftar Lengkap Daerah di Jambi yang Ajukan Formasi CPNS 2026
Kota Jambi Ajukan 330 Formasi CPNS 2026, Tidak Ada Kuota Guru
Tol Jambi-Rengat Mandek Lebih dari 5 Tahun, Warga Menanti Kepastian Proyek
Jelang Kenduri Sko, Masyarakat Rio Mendiho Gotong Royong Dirikan Tiang Karamentang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:09 WIB

Antrean BBM Mengular di Sumbar, Pemerintah Temukan Dugaan Penyalahgunaan Solar

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:09 WIB

Monadi Mulai Pembangunan RSUD Kerinci, Proyek Kesehatan Ditargetkan Selesai 210 Hari

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:09 WIB

Geger di Tanjung Pauh, Sopir Truk Batu Bara Meninggal di Dalam Kabin Kendaraan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:09 WIB

Audit Forensik Bank Jambi Rampung, Polda Jambi Terus Kejar Pengungkapan Kasus Peretasan

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:09 WIB

Mutasi Besar di Sungai Penuh, 56 Pejabat Dilantik Termasuk Camat dan Kepala Puskesmas

Berita Terbaru