Wapres Gibran Minta Nakes Waspadai Diare hingga DBD di Pengungsian Banjir Solok

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming berbincang dengan korban banjir bandang yang dirawat di RSUD Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).(KOMPAS.COM/DHARMA HARISA)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming berbincang dengan korban banjir bandang yang dirawat di RSUD Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).(KOMPAS.COM/DHARMA HARISA)

Solok, APGtimes.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta tenaga kesehatan di RSUD Arosuka dan fasilitas kesehatan sekitar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit setelah banjir bandang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Gibran menyampaikan imbauan tersebut saat meninjau penanganan korban banjir di RSUD Arosuka, Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Jumat (25/9/2026).

“Antisipasi penyakit pascabanjir; diare, penyakit kulit, DBD, infeksi luka, dan lain-lain. Saya harap pihak rumah sakit siapkan persediaan obat, berikan vitamin ke warga di posko pengungsian untuk perkuat imun,” ujar Gibran di hadapan tenaga kesehatan.

Nakes Diminta Aktif Pantau Pengungsian

Gibran meminta layanan kesehatan tidak hanya menunggu warga datang ke rumah sakit. Tenaga medis perlu mendatangi posko pengungsian secara berkala untuk memantau kondisi kesehatan warga.

Genangan lumpur, sanitasi yang terganggu, dan keterbatasan akses air bersih dapat meningkatkan risiko penyakit setelah banjir. Kondisi tersebut juga dapat menjadi masalah bagi warga yang tinggal di pengungsian dengan jumlah penghuni yang cukup padat.

Baca Juga :  Padang Terendam Banjir di 15 Titik, Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah Sumatera Barat

Beberapa gangguan kesehatan yang perlu diantisipasi antara lain diare, penyakit kulit, demam berdarah dengue (DBD), serta infeksi pada luka yang terkena air banjir.

“Prioritas kelompok rentan, tidak hanya yang datang ke RS tapi juga yang berada di pengungsian. Pantau secara berkala, datang kunjungan ke posko dan pengungsian mandiri,” kata Gibran.

Kelompok Rentan Jadi Perhatian

Gibran meminta petugas memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan selama masa tanggap darurat.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas perlu mendapat pemantauan secara berkala. Langkah tersebut bertujuan membantu petugas menemukan gangguan kesehatan lebih cepat.

Selain itu, tenaga kesehatan perlu memastikan warga memperoleh informasi mengenai kebersihan diri dan lingkungan selama berada di pengungsian.

Baca Juga :  Antrean BBM Mengular di Sumbar, Pemerintah Temukan Dugaan Penyalahgunaan Solar

Pasokan Obat Harus Tetap Aman

Gibran juga menyoroti kebutuhan medis bagi warga yang mengalami cedera akibat banjir bandang.

Saat berada di RSUD Arosuka, Gibran berdialog dengan seorang warga yang mengalami patah tulang pada pergelangan tangan setelah terkena arus banjir. Tim medis rumah sakit telah melakukan tindakan reposisi terhadap warga tersebut.

Gibran meminta rumah sakit memastikan ketersediaan obat-obatan dan kebutuhan medis dasar selama masa tanggap darurat.

“Saya ingin Bapak Ibu mendapat perawatan terbaik. Pemerintah memastikan kebutuhan medis terpenuhi, termasuk apabila ada pasien membutuhkan penanganan atau rujukan lanjut,” ujar Gibran.

Pemerintah bersama tenaga kesehatan terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan di wilayah terdampak banjir dan lokasi pengungsian. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutasi TNI Terbaru 2026, Tri Budi Utomo Jadi Wakil KSAD dan Iwan Setiawan Pangkostrad
Prabowo Targetkan 70.000 Polisi Hutan, Jumlah Personel Bisa Naik Jadi 21.000 pada 2027
DPR RI, UU Ketenagakerjaan, Puan Maharani, Putusan MK, MK, pekerja, buruh, ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja,
Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan
Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat
Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Mutasi TNI Terbaru 2026, Tri Budi Utomo Jadi Wakil KSAD dan Iwan Setiawan Pangkostrad

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Prabowo Targetkan 70.000 Polisi Hutan, Jumlah Personel Bisa Naik Jadi 21.000 pada 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini

Berita Terbaru