Shopee Buka Pasar Ekspor ke 5 Negara ASEAN, UMKM Indonesia Punya Peluang Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Jalan Global Kreasi Lokal yang diluncurkan Shopee Indonesia bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI serta mitra logistik Anteraja dan JNE yang berlangsung di Gudang Ekspor Shopee, Kalideres, Jakarta, Selasa (27/10/2026).(Dok. Shopee Indonesia)

Program Jalan Global Kreasi Lokal yang diluncurkan Shopee Indonesia bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI serta mitra logistik Anteraja dan JNE yang berlangsung di Gudang Ekspor Shopee, Kalideres, Jakarta, Selasa (27/10/2026).(Dok. Shopee Indonesia)

Jakarta, APGtimes.com — Shopee Indonesia memperluas peluang ekspor produk lokal ke lima negara Asia Tenggara melalui Program Ekspor Shopee FLEXI.

Langkah ini membuka akses bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau konsumen di Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Shopee mengumumkan perluasan tersebut melalui program Jalan Global Kreasi Lokal yang melibatkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI serta mitra logistik Anteraja dan JNE. Peluncuran berlangsung di Gudang Ekspor Shopee, Kalideres, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Selain menambah negara tujuan, Shopee memperbarui fitur pengelolaan toko luar negeri. Perusahaan juga menyiapkan pelatihan agar penjual dapat memahami karakteristik konsumen dan strategi pemasaran di pasar regional.

Shopee Perluas Pasar Ekspor UMKM

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI Fajarini Puntodewi menyambut inisiatif Shopee dalam membuka peluang ekspor bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Fajarini, kerja sama pemerintah, perusahaan swasta, dan penyedia jasa logistik dapat membantu pelaku usaha lokal menembus pasar internasional.

Baca Juga :  Jangan Kaget! Gaji Kopdes Ternyata Bukan dari APBN, Ini Faktanya

Shopee sendiri telah mendukung ekspor produk lokal sejak 2019. Melalui program tersebut, perusahaan memperluas jangkauan produk Indonesia ke sejumlah pasar di Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin.

Hingga 2025, Shopee mengklaim telah membantu 90 juta produk lokal menembus pasar ekspor. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses pasar bagi penjual Indonesia.

Program FLEXI Beri Penjual Kendali Harga

Shopee meluncurkan Program Ekspor FLEXI pada 2025 untuk memberikan keleluasaan kepada penjual dalam menentukan harga dan mengatur promosi di toko luar negeri.

Melalui skema ini, penjual dapat menyesuaikan strategi bisnis dengan kebutuhan masing-masing pasar. Sejak peluncurannya, program tersebut telah membantu penjualan ekspor lebih dari 5 juta produk lokal.

Sejumlah produk Indonesia yang menarik minat pembeli luar negeri mencakup batik, aksesori olahraga, dan kerajinan tangan.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan, perluasan negara tujuan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan penjual.

Baca Juga :  Airlangga Optimistis Rupiah Tak Tembus Rp 19.000, Ini Faktor yang Menekan Kurs

Karena itu, Shopee menyiapkan pelatihan khusus untuk membantu penjual memahami perilaku konsumen, mengelola operasional, serta menyusun strategi promosi yang sesuai dengan karakteristik setiap negara tujuan ekspor.

Pelatihan Bantu UMKM Hadapi Pasar Regional

Perbedaan kebiasaan belanja dan preferensi konsumen membuat pelaku usaha perlu menyesuaikan strategi ketika memasuki pasar baru. Penjual juga perlu memperhitungkan harga, promosi, pengiriman, dan pengelolaan pesanan lintas negara.

Melalui program ini, Shopee berharap semakin banyak pelaku UMKM Indonesia memanfaatkan perdagangan digital untuk memperluas pasar. Dukungan pemerintah dan mitra logistik juga berperan dalam membantu penjual menjalankan proses ekspor.

Perluasan akses ke lima negara Asia Tenggara tersebut membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen regional.

Namun, pelaku usaha tetap perlu memahami kebutuhan pasar dan menjaga kualitas produk agar mampu bersaing secara berkelanjutan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Mandiri Alihkan Saham Inhealth Rp 570 Miliar ke IFG Life, Apa Dampaknya?
Airlangga Optimistis Rupiah Tak Tembus Rp 19.000, Ini Faktor yang Menekan Kurs
IHSG Dibuka Melemah ke 5.249, Saham BRPT dan CPIN Tertekan
Harga Emas Antam Hari Ini 27 Oktober 2026 Naik Rp 10.000, Cek Daftar Lengkapnya
Rupiah Tertekan Tiga Faktor, Kebijakan The Fed hingga Defisit Transaksi Berjalan Jadi Sorotan
BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen
2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bank Mandiri Alihkan Saham Inhealth Rp 570 Miliar ke IFG Life, Apa Dampaknya?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Airlangga Optimistis Rupiah Tak Tembus Rp 19.000, Ini Faktor yang Menekan Kurs

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:09 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 5.249, Saham BRPT dan CPIN Tertekan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Shopee Buka Pasar Ekspor ke 5 Negara ASEAN, UMKM Indonesia Punya Peluang Baru

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 27 Oktober 2026 Naik Rp 10.000, Cek Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru

Ilustrasi logo Apple di depan Apple Store Beijing(KOMPAS.com/Bill Clinten)

Tekno & Sains

Apple Rilis MacBook Pro Layar Sentuh OLED, Harga Tembus Rp 87 Juta

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:09 WIB