Jakarta, APGtimes.com — Shopee Indonesia memperluas peluang ekspor produk lokal ke lima negara Asia Tenggara melalui Program Ekspor Shopee FLEXI.
Langkah ini membuka akses bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau konsumen di Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
Shopee mengumumkan perluasan tersebut melalui program Jalan Global Kreasi Lokal yang melibatkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI serta mitra logistik Anteraja dan JNE. Peluncuran berlangsung di Gudang Ekspor Shopee, Kalideres, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Selain menambah negara tujuan, Shopee memperbarui fitur pengelolaan toko luar negeri. Perusahaan juga menyiapkan pelatihan agar penjual dapat memahami karakteristik konsumen dan strategi pemasaran di pasar regional.
Shopee Perluas Pasar Ekspor UMKM
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI Fajarini Puntodewi menyambut inisiatif Shopee dalam membuka peluang ekspor bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Fajarini, kerja sama pemerintah, perusahaan swasta, dan penyedia jasa logistik dapat membantu pelaku usaha lokal menembus pasar internasional.
Shopee sendiri telah mendukung ekspor produk lokal sejak 2019. Melalui program tersebut, perusahaan memperluas jangkauan produk Indonesia ke sejumlah pasar di Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin.
Hingga 2025, Shopee mengklaim telah membantu 90 juta produk lokal menembus pasar ekspor. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses pasar bagi penjual Indonesia.
Program FLEXI Beri Penjual Kendali Harga
Shopee meluncurkan Program Ekspor FLEXI pada 2025 untuk memberikan keleluasaan kepada penjual dalam menentukan harga dan mengatur promosi di toko luar negeri.
Melalui skema ini, penjual dapat menyesuaikan strategi bisnis dengan kebutuhan masing-masing pasar. Sejak peluncurannya, program tersebut telah membantu penjualan ekspor lebih dari 5 juta produk lokal.
Sejumlah produk Indonesia yang menarik minat pembeli luar negeri mencakup batik, aksesori olahraga, dan kerajinan tangan.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan, perluasan negara tujuan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan penjual.
Karena itu, Shopee menyiapkan pelatihan khusus untuk membantu penjual memahami perilaku konsumen, mengelola operasional, serta menyusun strategi promosi yang sesuai dengan karakteristik setiap negara tujuan ekspor.
Pelatihan Bantu UMKM Hadapi Pasar Regional
Perbedaan kebiasaan belanja dan preferensi konsumen membuat pelaku usaha perlu menyesuaikan strategi ketika memasuki pasar baru. Penjual juga perlu memperhitungkan harga, promosi, pengiriman, dan pengelolaan pesanan lintas negara.
Melalui program ini, Shopee berharap semakin banyak pelaku UMKM Indonesia memanfaatkan perdagangan digital untuk memperluas pasar. Dukungan pemerintah dan mitra logistik juga berperan dalam membantu penjual menjalankan proses ekspor.
Perluasan akses ke lima negara Asia Tenggara tersebut membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen regional.
Namun, pelaku usaha tetap perlu memahami kebutuhan pasar dan menjaga kualitas produk agar mampu bersaing secara berkelanjutan. (de*)









