2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengadakan rapat dengan OJK di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (14/7/2026).(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengadakan rapat dengan OJK di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (14/7/2026).(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)

Jakarta, APGtimes.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sekitar 2 juta warga Indonesia memilih berobat ke luar negeri. Mereka mendatangi sejumlah negara, termasuk Singapura dan Penang, Malaysia.

Menurut Airlangga, biaya pengobatan yang dikeluarkan warga Indonesia di luar negeri mencapai sekitar Rp 200 triliun. Pemerintah pun mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan untuk menarik pasien dan menahan aliran devisa ke luar negeri.

“Potensi devisa dari sektor kesehatan, jumlah warga yang berobat di luar negeri termasuk Singapura, Penang dan yang lain itu sekitar 2 juta orang. Dan biaya yang dibayarkan sekitar Rp 200 triliun,” ujar Airlangga di Gedung AA Maramis, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Pemerintah Kembangkan KEK Kesehatan di Sanur dan Batam

Pemerintah mengembangkan KEK kesehatan di Sanur, Bali, dan Batam. Airlangga mengatakan, pemerintah menyiapkan sejumlah kemudahan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik! Antam, Galeri 24, dan UBS Kompak Melonjak pada 11 Juli 2026

Salah satu fasilitasnya berupa relaksasi izin praktik bagi tenaga kesehatan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA). Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung layanan kesehatan di dalam kawasan.

Selain itu, pemerintah mendorong penyesuaian regulasi untuk layanan diagnostik dan riset stem cell atau sel punca. Pemerintah juga mempercepat pemenuhan aturan Kementerian Kesehatan yang dibutuhkan oleh KEK kesehatan.

Airlangga menilai pengembangan KEK menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan investasi.

Indonesia Memiliki 25 Kawasan Ekonomi Khusus

Saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah. Sebanyak tujuh kawasan berada di Pulau Jawa, sedangkan 18 lainnya berada di luar Jawa.

Pemerintah membagi KEK tersebut ke dalam sejumlah sektor. Rinciannya meliputi 13 KEK industri, enam KEK pariwisata, dua KEK kesehatan, satu KEK digital, dua KEK teknologi, dan satu KEK jasa lainnya.

Baca Juga :  PHK di Berbagai Industri dalam 3 Bulan ke Depan, Ini Sektor Paling Rentan

Secara kumulatif sejak pembentukannya, seluruh KEK telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 382,1 triliun. Capaian ini mencerminkan nilai investasi yang masuk ke berbagai kawasan tersebut.

Investasi KEK Capai Rp 46 Triliun pada 2026

Pada Januari hingga September 2026, realisasi investasi di KEK mencapai Rp 46 triliun. Investasi tersebut juga diikuti penambahan sekitar 53.000 tenaga kerja.

Airlangga berharap pengembangan KEK terus menarik investasi dan membuka lapangan kerja baru. Pemerintah juga menargetkan kawasan tersebut dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui pengembangan KEK kesehatan, pemerintah berupaya meningkatkan daya tarik layanan medis dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat memberi lebih banyak pilihan bagi masyarakat Indonesia yang selama ini mencari layanan kesehatan di luar negeri. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen
Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran
IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat
BCA Beli Kembali Saham 19–21 Oktober, Laba Semester I-2026 Naik
OJK Bahas Anjloknya IHSG 14,91 Persen Bersama Analis dan Finfluencer
IHSG Anjlok 5,27 Persen, 774 Saham Melemah pada Perdagangan Senin
Harga Minyak Dunia Tembus 110 Dollar AS per Barel, Brent Naik 3,7 Persen
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BEI Ubah Aturan IHSG, 80 Saham HSC dengan Bobot 18 Persen Bakal Tersingkir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:09 WIB

2 Juta Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Biayanya Tembus Rp 200 Triliun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Melemah 1,8 Persen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 4.980, Saham BMRI dan BBTN Justru Menguat

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB