Indonesia Tangguhkan Pembahasan Board of Peace, Dukungan untuk Palestina Tetap Konsisten

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang saat konferensi pers di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang saat konferensi pers di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Jakarta, APGtimes.com — Indonesia masih menangguhkan pembahasan mengenai keterlibatannya dalam Board of Peace (BoP) dan International Stabilization Force (ISF).

Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa pemerintah mempertimbangkan perkembangan keamanan kawasan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa situasi keamanan yang terus berubah menjadi pertimbangan utama pemerintah.

“Pemerintah Indonesia masih menangguhkan pembahasan mengenai Board of Peace (BoP) dan International Stabilization Force (ISF), dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan dinamika keamanan di kawasan yang masih sangat dinamis,” ujar Yvonne pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Indonesia Pertahankan Dukungan untuk Palestina

Yvonne menegaskan bahwa penangguhan pembahasan BoP dan ISF tidak mengubah arah politik luar negeri Indonesia. Pemerintah tetap menjalankan amanat konstitusi untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam memperoleh kemerdekaan dan kedaulatan.

Selain itu, Indonesia terus mendorong Solusi Dua Negara sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Menurut Yvonne, partisipasi Indonesia dalam BoP pada awalnya bertujuan memperkuat kontribusi negara dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina. Pemerintah ingin memastikan aspirasi rakyat Palestina tetap menjadi prioritas dalam setiap upaya penyelesaian konflik.

Baca Juga :  Menlu Sugiono Tiba di New York, Siapkan Agenda Indonesia di Sidang PBB

Ia menambahkan, Indonesia juga membawa pendekatan tersebut ke berbagai forum dan organisasi internasional lainnya.

Pelapor Khusus PBB Soroti Risiko BoP

Sebelumnya, Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina, meminta Indonesia meninjau kembali rencana keterlibatannya dalam BoP.

Albanese menilai pengaruh Amerika Serikat dan Israel dalam badan tersebut sangat besar. Ia juga mempertanyakan ruang yang tersedia bagi rakyat Palestina untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Dalam wawancara dengan Reuters di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026, Albanese mengakui bahwa Indonesia memiliki niat baik. Namun, ia mengingatkan bahwa partisipasi dalam mekanisme tersebut dapat menimbulkan risiko.

“Saya memahami niat baik Indonesia. Saya tetap berpikir bahwa ini sangat berbahaya karena berisiko menormalisasi mekanisme yang sangat tidak normal,” kata Albanese.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia selama ini memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung perjuangan Palestina. Karena itu, menurut Albanese, keputusan bergabung dengan BoP dapat memengaruhi posisi Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.

Baca Juga :  Korps Marinir TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper dan Tambah Satuan Udara

Indonesia Sebelumnya Berencana Bergabung

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembentukan Board of Peace pada Januari 2026. Badan tersebut dirancang untuk menangani konflik global yang selama ini menjadi perhatian komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Indonesia sebelumnya menyatakan kesediaan untuk bergabung dengan badan tersebut. Pemerintah juga telah berkomitmen mengirim pasukan ke Gaza sebagai bagian dari International Stabilization Force atau pasukan stabilisasi internasional.

Namun, pada 22 Oktober 2026, Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa pembahasan mengenai keterlibatan Indonesia masih ditangguhkan. Yvonne kembali menegaskan posisi tersebut pada 29 Oktober 2026.

Dengan demikian, pemerintah belum mengumumkan keputusan baru mengenai kelanjutan partisipasi Indonesia dalam BoP maupun ISF.

Indonesia masih memantau perkembangan keamanan kawasan sembari mempertahankan dukungan diplomatik terhadap kemerdekaan Palestina. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Siapkan Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026, Erick Thohir Berharap Naik
Tito Beri Waktu Sepekan untuk Bentuk Satgas MBG, Pemda yang Lalai Bakal Ditegur
Mudik Gratis Nataru 2026/2027 Dibuka Desember, Kemenhub Siapkan 70 Bus ke 10 Kota
Pansel KPU Belum Terbentuk, Titi Anggraini Khawatir Persiapan Pemilu 2029 Terganggu
TNI AU Siapkan Helikopter Colibri untuk Evakuasi Pasien, Ini Rencana Ambulans Udara
Pemerintah Siapkan Rp30 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra, Ini Rincian Programnya
Saldi Isra Sebut Anak Muda Jadi Generasi Baru Hukum Indonesia, Ini Perjuangan Mereka di MK
Tito Karnavian Minta Kantor Desa yang Hilang Akibat Banjir di Aceh dan Sumatra Dibangun Kembali
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Prabowo Siapkan Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026, Erick Thohir Berharap Naik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia Tangguhkan Pembahasan Board of Peace, Dukungan untuk Palestina Tetap Konsisten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Mudik Gratis Nataru 2026/2027 Dibuka Desember, Kemenhub Siapkan 70 Bus ke 10 Kota

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pansel KPU Belum Terbentuk, Titi Anggraini Khawatir Persiapan Pemilu 2029 Terganggu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:09 WIB

TNI AU Siapkan Helikopter Colibri untuk Evakuasi Pasien, Ini Rencana Ambulans Udara

Berita Terbaru

Ilustrasi logo Apple di depan Apple Store Beijing(KOMPAS.com/Bill Clinten)

Tekno & Sains

Apple Rilis MacBook Pro Layar Sentuh OLED, Harga Tembus Rp 87 Juta

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:09 WIB