Korps Marinir TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper dan Tambah Satuan Udara

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) mengungkapkan lima perwira yang ditunjuk sebagai komandan setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan satu Brigade Infanteri (Brigif) Marinir dan empat Batalyon Infanteri Marinir yang membawahinya pada Senin (5/10/2026).(DOK. Dispen Kormar TNI AL )

Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) mengungkapkan lima perwira yang ditunjuk sebagai komandan setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan satu Brigade Infanteri (Brigif) Marinir dan empat Batalyon Infanteri Marinir yang membawahinya pada Senin (5/10/2026).(DOK. Dispen Kormar TNI AL )

Jakarta, APGtimes.com – Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) berencana membentuk Batalyon Sniper untuk meningkatkan kemampuan tempur prajurit. Satuan ini juga diharapkan mampu meningkatkan ketepatan dalam menjalankan operasi.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) membahas rencana tersebut bersama jajaran TNI AL pada Senin (12/10/2026). Pertemuan itu juga membahas kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Korps Marinir menyebut pembentukan Batalyon Sniper menjadi salah satu agenda pengembangan kekuatan pasukan.

“Selain itu, dibahas pula kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper guna meningkatkan kemampuan tempur serta ketepatan pelaksanaan operasi,” tulis Korps Marinir dalam keterangan pers.

Selain itu, Korps Marinir berharap TNI AL menambah satuan bantuan udara. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pasukan baret ungu menjalankan berbagai tugas operasi.

Baca Juga :  HUT ke-81 TNI, DPR Soroti Modernisasi Alutsista dan Kualitas SDM Prajurit

Marinir Berencana Menambah Brigade Infanteri

Jajaran TNI AL juga membahas rencana validasi organisasi Korps Marinir. Salah satu agendanya ialah menambah satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.

Korps Marinir menilai langkah ini dapat memperkuat postur pertahanan nasional. Penambahan satuan juga diharapkan memperluas jangkauan operasi dan meningkatkan kesiapan prajurit.

“Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan, meningkatkan jangkauan operasi, serta mengoptimalkan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah yurisdiksi nasional,” tulis Korps Marinir.

Namun, keterangan tersebut belum merinci lokasi pembentukan Brigif baru. Jadwal pelaksanaan rencana itu juga belum dijelaskan.

KSAL Siapkan Kenaikan Pangkat bagi Prajurit Marinir

Dalam pertemuan yang sama, KSAL turut membahas penghargaan bagi prajurit Korps Marinir yang melumpuhkan tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Baca Juga :  DPR Selesaikan 16 RUU Jadi UU, Puan Ungkap Puluhan RUU Masih Berlanjut

Peristiwa itu terjadi di kawasan hutan Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada Jumat (9/10/2026).

KSAL menyampaikan bahwa prajurit berprestasi akan memperoleh penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa. Mereka juga berpeluang mengikuti pendidikan untuk meningkatkan kemampuan.

Korps Marinir menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit. Ketiganya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas operasi.

Melalui penghargaan itu, TNI AL ingin mengakui kontribusi prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan. Upaya tersebut juga mendukung tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rencana pembentukan Batalyon Sniper, penambahan alutsista, dan pengembangan organisasi menjadi bagian dari agenda penguatan Korps Marinir. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan pasukan dalam menghadapi tantangan tugas di wilayah Indonesia. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Prabowo Siapkan Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026, Erick Thohir Berharap Naik
Indonesia Tangguhkan Pembahasan Board of Peace, Dukungan untuk Palestina Tetap Konsisten
Tito Beri Waktu Sepekan untuk Bentuk Satgas MBG, Pemda yang Lalai Bakal Ditegur
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan

Berita Terbaru