Tito Karnavian Minta Kantor Desa yang Hilang Akibat Banjir di Aceh dan Sumatra Dibangun Kembali

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam agenda Rapat Pemulihan Pascabencana Sumatera, di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam agenda Rapat Pemulihan Pascabencana Sumatera, di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Jakarta, APGtimes.com — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun kembali kantor desa yang rusak atau hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, serta Sumatera Utara. Pemerintah juga memprioritaskan pemulihan fasilitas kesehatan dan sekolah yang terdampak bencana.

Tito menyampaikan permintaan tersebut saat memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Rapat itu membahas perkembangan pemulihan fasilitas umum dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bencana yang melanda tiga provinsi tersebut merusak sejumlah fasilitas pemerintahan desa. Bahkan, beberapa desa kehilangan bangunan setelah banjir bandang menerjang kawasan permukiman.

Tito Minta Kementerian PU Bangun Kantor Desa

Tito meminta Kementerian PU mengambil peran dalam pembangunan kembali kantor desa yang rusak maupun hilang. Ia menyebut Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa telah mendorong langkah tersebut sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.

Baca Juga :  BLT Kesra Rp900.000 Mei 2026 Kembali Ramai, Ini Cara Cek dan Daftarnya

Kantor desa berfungsi sebagai pusat administrasi dan pelayanan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memulihkan fasilitas tersebut agar aktivitas pemerintahan desa dapat kembali berjalan.

Tito juga mendorong kementerian terkait menyusun langkah bersama sesuai kebutuhan setiap daerah. Koordinasi ini diharapkan mempercepat pembangunan kembali fasilitas yang rusak akibat bencana.

Enam Puskesmas Pembantu di Sumut Belum Beroperasi

Pemulihan fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan laporan Menteri Kesehatan, enam puskesmas pembantu (pustu) di Sumatera Utara belum beroperasi karena tidak memiliki bangunan yang dapat digunakan.

Kementerian Kesehatan menyatakan siap menyediakan tenaga medis dan peralatan kesehatan. Namun, pembangunan gedung membutuhkan dukungan dari Kementerian PU.

Tito meminta kedua kementerian berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pemerintah ingin memastikan masyarakat terdampak kembali memperoleh layanan kesehatan secara memadai.

Sebanyak 99 Sekolah Darurat Masih Digunakan

Pemerintah juga perlu mempercepat pemulihan gedung sekolah di wilayah terdampak. Hingga kini, sejumlah sekolah masih menggunakan ruang belajar darurat agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung.

Baca Juga :  Kompolnas Ingatkan Polisi Patuhi Putusan MK saat Tangani Kasus di Ruang Digital

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat 99 sekolah darurat masih digunakan di tiga provinsi. Rinciannya terdiri atas 71 sekolah di Aceh, 23 sekolah di Sumatera Barat, dan lima sekolah di Sumatera Utara.

Pemulihan sekolah melibatkan kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian PU, serta TNI Angkatan Darat.

Tito meminta Kementerian PU berkoordinasi dengan kementerian pendidikan untuk membangun atau memperbaiki gedung sekolah. Dengan fasilitas yang lebih layak, siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajaran dengan aman dan nyaman.

Pemerintah Percepat Pemulihan Fasilitas Umum

Pembangunan kembali kantor desa, puskesmas pembantu, dan sekolah menjadi bagian penting dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra.

Tito mendorong kementerian terkait menyelaraskan program agar pemulihan berjalan efektif. Pemerintah berharap pembangunan fasilitas umum dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari serta mengakses layanan pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Tangguhkan Pembahasan Board of Peace, Dukungan untuk Palestina Tetap Konsisten
Tito Beri Waktu Sepekan untuk Bentuk Satgas MBG, Pemda yang Lalai Bakal Ditegur
Mudik Gratis Nataru 2026/2027 Dibuka Desember, Kemenhub Siapkan 70 Bus ke 10 Kota
Pansel KPU Belum Terbentuk, Titi Anggraini Khawatir Persiapan Pemilu 2029 Terganggu
TNI AU Siapkan Helikopter Colibri untuk Evakuasi Pasien, Ini Rencana Ambulans Udara
Pemerintah Siapkan Rp30 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra, Ini Rincian Programnya
Saldi Isra Sebut Anak Muda Jadi Generasi Baru Hukum Indonesia, Ini Perjuangan Mereka di MK
Kemenhaj Minta Travel Umrah Hindari Transit di Malaysia dan Singapura, Ini Alasannya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia Tangguhkan Pembahasan Board of Peace, Dukungan untuk Palestina Tetap Konsisten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Tito Beri Waktu Sepekan untuk Bentuk Satgas MBG, Pemda yang Lalai Bakal Ditegur

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pansel KPU Belum Terbentuk, Titi Anggraini Khawatir Persiapan Pemilu 2029 Terganggu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:09 WIB

TNI AU Siapkan Helikopter Colibri untuk Evakuasi Pasien, Ini Rencana Ambulans Udara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pemerintah Siapkan Rp30 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra, Ini Rincian Programnya

Berita Terbaru

Ilustrasi logo Apple di depan Apple Store Beijing(KOMPAS.com/Bill Clinten)

Tekno & Sains

Apple Rilis MacBook Pro Layar Sentuh OLED, Harga Tembus Rp 87 Juta

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:09 WIB