Menhaj Perketat Antrean Haji 2027, Manipulasi Data Jemaah Dilarang

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Rabu (1/7/2026).(KOMPAS.com/AZWA SAFRINA)

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Rabu (1/7/2026).(KOMPAS.com/AZWA SAFRINA)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan meminta seluruh pihak memperketat verifikasi data calon jemaah menjelang pelaksanaan Haji 2027.

Gus Irfan menegaskan pemerintah harus menjaga keadilan dalam antrean haji. Ia melarang pihak mana pun mengubah hubungan keluarga, identitas, maupun data keberangkatan tanpa dasar yang jelas.

“Tidak boleh ada manipulasi hubungan keluarga, perubahan identitas, atau perpindahan kloter tanpa dasar. Keadilan antrean harus dijaga. Hak jemaah tidak boleh dirusak oleh permainan data,” tegas Gus Irfan dalam Rakor KBIHU se-Jawa Timur di Surabaya, Jumat (27/8/2026).

Kementerian Haji dan Umrah akan memeriksa sejumlah data calon jemaah secara lebih ketat. Pemeriksaan mencakup nomor porsi, NIK, status pelunasan, paspor, hasil istithaah kesehatan, hubungan keluarga hingga penempatan kloter.

Kondisi kesehatan jemaah ikut menjadi perhatian

Selain data administrasi, Gus Irfan meminta Kemenhaj memperkuat pemeriksaan kesehatan calon jemaah berdasarkan profil risiko.

Baca Juga :  Komdigi Evaluasi 200 Platform Digital, ChatGPT hingga Netflix Masuk Penilaian PP Tunas

Kebijakan tersebut berkaitan dengan kondisi jemaah pada pelaksanaan Haji 2026. Sebanyak 77 jemaah meninggal dunia di Arab Saudi. Dari jumlah itu, 62 jemaah berusia 61 tahun ke atas.

Karena itu, Kemenhaj akan memberikan perhatian lebih kepada jemaah lanjut usia dan calon jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

Gus Irfan meminta petugas memantau kondisi mereka sejak sebelum keberangkatan. Pendampingan juga perlu berjalan secara berkelanjutan agar jemaah lebih siap menjalani rangkaian ibadah.

Haji 2027 siapkan tujuh kali manasik

Pemerintah juga menyiapkan tujuh kali kegiatan manasik untuk calon jemaah Haji 2027. Dua kegiatan di antaranya akan membahas materi kesehatan.

Kemenhaj akan memperkuat materi manasik dengan simulasi pergerakan jemaah. Calon jemaah juga akan mempelajari rukhsah, murur, tanazul, safari wukuf, hadyu dan dam.

Baca Juga :  Kemenhaj Usul Tambahan Anggaran Rp1,84 Triliun, Layanan Haji 2027 Terancam Terganggu

Pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

KBIHU dilarang menjanjikan percepatan keberangkatan

Gus Irfan juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) menjalankan pembinaan sesuai aturan.

Ia melarang KBIHU menjanjikan penggabungan jemaah, perpindahan kloter, percepatan keberangkatan atau fasilitas lain di luar kewenangannya.

“Pemerintah menyiapkan regulasi, sistem, dan pengawasan. KBIHU memperkuat pembinaan jemaah,” kata Gus Irfan.

Kemenhaj juga mendorong KBIHU memperluas edukasi mengenai umrah aman. Pemerintah mengingatkan masyarakat agar menunaikan ibadah haji melalui jalur resmi dan menggunakan visa haji.

Melalui penguatan verifikasi data, pemeriksaan kesehatan dan pembinaan, pemerintah menargetkan penyelenggaraan Haji 2027 berjalan lebih tertib, adil dan aman. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB