Arab Saudi Dilaporkan Serang Fasilitas Minyak di Yaman, Warga Sanaa Antre BBM

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drone Arab Saudi terbakar setelah ditembak jatuh oleh Houthi di Provinsi Al Jawf, Yaman, 26 Juli 2026.(HOUTHI MEDIA CENTER via XINHUA)

Drone Arab Saudi terbakar setelah ditembak jatuh oleh Houthi di Provinsi Al Jawf, Yaman, 26 Juli 2026.(HOUTHI MEDIA CENTER via XINHUA)

Sanaa, APGtimes.com – Warga Sanaa, ibu kota Yaman, mulai mengantre di stasiun pengisian bahan bakar setelah muncul peringatan mengenai potensi serangan terhadap fasilitas minyak Al-Sabaha pada Selasa (13/10/2026). Situasi ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM), di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi.

Televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan bahwa Arab Saudi menyerang fasilitas minyak di Al-Sabaha, kawasan di sebelah barat Sanaa. Seorang koresponden AFP yang berada di ibu kota Yaman juga mengaku mendengar suara ledakan di wilayah tersebut.

“Agresi Saudi menargetkan perusahaan minyak di Al-Sabaha, sebelah barat Sanaa,” demikian laporan Al-Masirah.

Sebelum laporan serangan itu muncul, koalisi pimpinan Arab Saudi telah memperingatkan warga sipil agar meninggalkan fasilitas Al-Sabaha yang dikelola Yemen Petroleum Company (YPC).

Peringatan tersebut menyusul serangkaian serangan mematikan yang dilakukan kelompok Houthi di Arab Saudi, terutama terhadap bandara di Riyadh. Perkembangan ini menambah ketegangan di kawasan dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil.

Baca Juga :  Trump Batalkan Serangan Baru ke Iran Usai Dibujuk Negara Teluk, Negosiasi Berlangsung

Warga Sanaa Khawatir Pasokan BBM Terganggu

Peringatan evakuasi di sekitar fasilitas minyak Al-Sabaha membuat warga khawatir akan terjadi kelangkaan BBM. Menurut laporan AFP, sejumlah warga langsung mendatangi stasiun pengisian bahan bakar dan mengantre setelah mengetahui peringatan tersebut.

Kondisi ini menunjukkan kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan gangguan distribusi energi apabila konflik semakin meluas. Pasokan BBM berperan penting dalam menunjang transportasi dan berbagai aktivitas sehari-hari warga.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, YPC meminta masyarakat tetap tenang. Perusahaan itu menyatakan telah menyiapkan langkah pencegahan untuk menghadapi keadaan darurat sekaligus menjaga pemenuhan kebutuhan bahan bakar.

YPC juga menegaskan bahwa fasilitas Al-Sabaha saat ini tidak menyimpan stok produk minyak bumi. Karena itu, menurut perusahaan, serangan terhadap fasilitas tersebut tidak akan memengaruhi persediaan BBM maupun rantai pasokannya.

“Fasilitas Al-Sabaha saat ini tidak menyimpan stok produk minyak bumi apa pun. Oleh sebab itu, serangan terhadap fasilitas tersebut tidak akan memengaruhi stok bahan bakar maupun rantai pasokan,” demikian pernyataan YPC.

Baca Juga :  Lima Rudal Houthi Hantam Istana Al-Maashiq, PM Yaman Dilaporkan Selamat

YPC Pastikan Stok BBM Berada di Lokasi Aman

Selain memastikan kondisi fasilitas Al-Sabaha, YPC menyebut telah menempatkan persediaan BBM untuk kebutuhan masyarakat di sejumlah fasilitas dan lokasi yang aman.

Perusahaan tersebut menyatakan jumlah persediaan masih mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat dalam jangka waktu yang lama. Dengan demikian, YPC berupaya meredakan kepanikan warga di tengah situasi keamanan yang belum menentu.

Meski begitu, laporan serangan terhadap fasilitas minyak tersebut tetap menjadi perhatian karena muncul di tengah aksi saling serang antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Perkembangan konflik berpotensi memengaruhi rasa aman masyarakat dan meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi.

Hingga laporan tersebut disampaikan, informasi mengenai serangan di Al-Sabaha berasal dari media yang dikelola Houthi, sedangkan koresponden AFP melaporkan mendengar ledakan di Sanaa. Sementara itu, YPC menyatakan fasilitas tersebut tidak menyimpan stok minyak dan persediaan BBM masyarakat berada di lokasi lain yang aman. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB