Banjir Bandang Solok Putus Jalan Padang-Solok, 4 Warga Luka dan 32 Mengungsi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kindisi kantor dinas pertanian kabupaten solom pasca dihantam baniir bandang, Selasa (22/9/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Kindisi kantor dinas pertanian kabupaten solom pasca dihantam baniir bandang, Selasa (22/9/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Solok, APGtimes.com – Banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam.

Bencana tersebut memutus akses utama Padang-Solok dan merusak sejumlah fasilitas umum. Hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Sabtu menjadi pemicu bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul mengatakan material banjir dan longsor merusak prasarana transportasi.

“Bencana tersebut tidak hanya berdampak pada infrastruktur jembatan, tetapi juga memengaruhi akses transportasi dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok. Jalan dari Kota Padang ke Kabupaten Solok dilaporkan tidak bisa dilalui,” kata Khairul.

Dua Nagari Terdampak

Data sementara BPBD Kabupaten Solok pada Selasa (22/9/2026) menunjukkan bencana berdampak pada sejumlah wilayah, terutama Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.

Satu jembatan putus akibat terjangan banjir dan longsor. Selain itu, sedikitnya dua ruas jalan tidak bisa dilalui. Material longsor juga menimpa 11 kantor pemerintah.

Baca Juga :  Gaji ke-13 ASN Belum Cair di Sejumlah Daerah Jambi, Ini Daftar Wilayahnya

Kerusakan turut terjadi pada kendaraan warga. Sebanyak 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan. Dua kendaraan, yakni mobil boks dan minibus, bahkan sempat terjebak material longsor.

Empat Orang Terluka, 32 Warga Mengungsi

Bencana tersebut menyebabkan empat orang mengalami luka-luka. Tiga korban mendapat perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban menjalani perawatan di Semen Padang Hospital.

Sementara itu, sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi di dua lokasi penampungan.

Wakil Bupati Solok Chandra mengatakan longsor terjadi dua kali secara beruntun. Tim SAR gabungan kemudian menyisir lokasi terdampak untuk memantau kondisi sekaligus melakukan evakuasi.

Proses penanganan masih berlangsung. Petugas menghadapi kendala penerangan karena aliran listrik di sejumlah wilayah terdampak padam.

BMKG Ingatkan Potensi Bencana Susulan

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Decky Irmawan meminta warga dan petugas meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :  Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh Resmi Berakhir, Pusako Kembali ke Umoh Gedeang

Menurut Decky, curah hujan yang masih tinggi dapat meningkatkan risiko longsor dan pergerakan tanah. Karena itu, tim di lapangan perlu memperhatikan kondisi cuaca selama proses penanganan.

“Akumulasi hujan yang cukup tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya longsor. Karena itu, kondisi cuaca dan potensi pergerakan tanah perlu terus diwaspadai, terutama oleh tim yang melakukan penanganan di lokasi,” ujar Decky.

Pengungsi Butuh Bantuan

BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga yang mengungsi. Bantuan tersebut meliputi selimut, sembako, makanan siap saji, perlengkapan wanita, dan kebutuhan bayi.

BPBD juga meminta masyarakat mematuhi arahan petugas di lokasi. Warga perlu menghindari area rawan longsor dan mengikuti instruksi evakuasi jika kondisi kembali memburuk. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Kembali Terjadi di Way Kambas, 3 Titik Api Terdeteksi di Resort Cabang
Bukan Register 45, Tapir Kini Terlihat di Perkebunan Sawit Mesuji dan Langsung Ditangani BKSDA
108 Sekolah di Lampung Belum Terima MBG, Baru 51 Dikonfirmasi Menolak
127 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pariaman, Pemkot Talangi Biaya Pengobatan
ISPU Sungai Penuh Naik Jadi 73,58, Kualitas Udara Masih Kategori Sedang
Buka Lahan dengan Membakar, Pria di Indragiri Hulu Ditangkap Terkait Karhutla 200 Hektare
11 Siswa Lampung Selatan Muntah Usai Santap MBG, Sampel Makanan Diperiksa
Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, PM2.5 Tembus 493,9 dan Warga Kesulitan Bernapas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 10:09 WIB

Banjir Bandang Solok Putus Jalan Padang-Solok, 4 Warga Luka dan 32 Mengungsi

Senin, 21 September 2026 - 19:09 WIB

Karhutla Kembali Terjadi di Way Kambas, 3 Titik Api Terdeteksi di Resort Cabang

Senin, 21 September 2026 - 10:09 WIB

Bukan Register 45, Tapir Kini Terlihat di Perkebunan Sawit Mesuji dan Langsung Ditangani BKSDA

Sabtu, 19 September 2026 - 18:09 WIB

108 Sekolah di Lampung Belum Terima MBG, Baru 51 Dikonfirmasi Menolak

Jumat, 18 September 2026 - 21:09 WIB

127 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pariaman, Pemkot Talangi Biaya Pengobatan

Berita Terbaru