Jakarta, APGtimes.com — PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menyalurkan kredit sebesar Rp45,68 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut meningkat 3,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan kredit berasal dari segmen wholesale banking. Pembiayaan pada segmen ini tumbuh 11 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan bahwa ekspansi bisnis harus berjalan seimbang dengan penguatan kondisi fundamental perusahaan. Karena itu, perseroan tetap memperhatikan kualitas kredit, sumber pendanaan, dan pengendalian risiko.
“Pertumbuhan bisnis perlu berjalan seiring dengan penguatan fundamental agar dapat memberikan nilai jangka panjang bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Kunardy dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).
KB Bank Perketat Seleksi Penyaluran Kredit
Dalam memperluas pembiayaan, KB Bank menerapkan seleksi berdasarkan profil risiko dan kualitas debitur. Langkah tersebut juga bertujuan memperkuat hubungan dengan nasabah korporasi.
Perseroan menjalankan sejumlah langkah untuk memperbaiki kualitas portofolio. Program tersebut meliputi pengelolaan kredit secara berkelanjutan, penyelesaian pembiayaan bermasalah, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit baru.
Upaya itu turut terlihat dari rasio loan at risk (LAR) yang mencapai 21,62 persen pada September 2026. Angka tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan kualitas kredit tetap menjadi prioritas KB Bank. Perseroan ingin memperkuat ketahanan bisnis sekaligus menjaga pertumbuhan pembiayaan agar berlangsung secara sehat.
Pendapatan Bunga Bersih Tumbuh 28,94 Persen
Kinerja pendapatan KB Bank juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga September 2026, perseroan mencatat pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp926 miliar.
Nilai tersebut meningkat 28,94 persen secara tahunan. Selain itu, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) membaik menjadi 1,71 persen.
Dari sisi neraca, total aset KB Bank mencapai Rp82,91 triliun pada akhir September 2026. Perusahaan mengoptimalkan aset produktif dan mengelola liabilitas untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas pembiayaan, dan struktur pendanaan.
DPK KB Bank Tercatat Rp44,58 Triliun
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) KB Bank mencapai Rp44,58 triliun. Dari jumlah tersebut, dana murah atau current account and savings account (CASA) menyumbang Rp13,01 triliun.
Untuk memperkuat sumber pendanaan, KB Bank mengembangkan hubungan dengan nasabah korporasi maupun ritel. Perseroan juga mendorong peningkatan transaksi nasabah dan mengoptimalkan komposisi dana guna memenuhi kebutuhan penyaluran kredit.
Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam menjaga profitabilitas. Dinamika makroekonomi, volatilitas nilai tukar, serta persaingan likuiditas di industri perbankan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
Kunardy menyatakan optimisme terhadap berbagai inisiatif strategis yang tengah berjalan. Ia berharap langkah tersebut dapat mendukung perbaikan kinerja secara berkelanjutan sekaligus memperkuat fundamental KB Bank hingga akhir 2026. (de*)









