Buku Pelajaran SD-SMA Mau Diganti, JPPI Minta Pemerintah Buka Anggaran

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkapkan pemerintah melakukan pembaruan buku pelajaran di Istana, Jakarta, Jumat (7/8/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkapkan pemerintah melakukan pembaruan buku pelajaran di Istana, Jakarta, Jumat (7/8/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Jakarta, APGtimes.com – Rencana pemerintah mengganti buku pelajaran siswa SD hingga SMA mendapat perhatian dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Lembaga tersebut meminta pemerintah membuka seluruh informasi terkait rencana penggantian buku agar kebijakan tidak berubah menjadi proyek bisnis.

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka seluruh proses pengadaan buku. Informasi tersebut mencakup jenis buku yang akan diganti, anggaran, penyusun, tim penilai, percetakan, hingga mekanisme pengadaannya.

JPPI Minta Pemerintah Transparan

Ubaid menilai pemerintah perlu memastikan pembaruan buku benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurutnya, pemerintah harus melibatkan proses yang transparan sejak penyusunan hingga distribusi buku ke sekolah.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan penggantian buku sebagai proyek yang hanya menghabiskan anggaran.

JPPI ingin pemerintah menjadikan pembaruan buku sebagai bagian dari reformasi pendidikan. Perubahan buku, menurut Ubaid, harus berjalan bersama upaya meningkatkan kemampuan membaca dan menalar siswa.

Baca Juga :  Sudaryono Tutup 833 Dapur MBG di Indonesia, Pelanggar Tak Lagi Terima Insentif

Jangan Hanya Ganti Buku

Ubaid menilai penggantian buku tidak akan menyelesaikan persoalan pendidikan jika pemerintah tidak memperbaiki kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak pada pola perubahan kebijakan setiap kali terjadi pergantian pejabat atau pemerintahan.

Menurut Ubaid, Indonesia perlu menghindari pola mengganti menteri lalu mengganti kurikulum atau mengganti presiden lalu mengganti buku pelajaran.

Pengeluaran anggaran untuk mencetak buku baru harus memberikan dampak nyata terhadap proses belajar siswa. Pemerintah juga perlu memastikan buku yang baru benar-benar membantu siswa memahami materi dan meningkatkan kemampuan berpikir.

Prabowo Ingin Buku Pelajaran Diperbarui

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meninjau kondisi buku pelajaran di sekolah. Dalam peninjauan pada Jumat, 7 Agustus 2026, Prabowo menilai kualitas sejumlah buku masih kurang memadai.

Pemerintah kemudian berencana merombak buku pelajaran untuk siswa SD hingga SMA. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pemerintah memiliki dua alasan utama untuk melakukan perubahan tersebut.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Baru Mulai Beroperasi Akhir Agustus 2026, Pemerintah Siapkan 100 Unit

Pertama, sejumlah buku fisik mudah rusak. Kedua, ukuran tulisan dalam buku dinilai terlalu kecil sehingga dapat mengurangi kenyamanan siswa saat membaca.

Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku

Rencana tersebut mencakup pembaruan buku pelajaran secara nasional. Pemerintah ingin memperbaiki kualitas buku agar siswa mendapatkan bahan belajar yang lebih nyaman dan layak.

Namun, JPPI meminta pemerintah tidak berhenti pada perbaikan fisik buku. Pemerintah juga perlu memastikan isi, metode pembelajaran, dan sistem pendidikan ikut berkembang.

Transparansi anggaran dan proses pengadaan menjadi bagian penting dalam kebijakan tersebut. Pemerintah perlu membuka informasi kepada publik agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran pendidikan.

Dengan demikian, pembaruan buku pelajaran tidak sekadar menghasilkan buku baru. Kebijakan tersebut harus memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran dan prestasi siswa di Indonesia. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lowongan Kerja KAI 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar
1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Beri Kesempatan Klarifikasi
ICW Catat 56 Kasus Korupsi Kehutanan, Kerugian Negara Rp4,8 Triliun
DPR Minta Pemerintah Verifikasi 8 WNI yang Disebut Jadi Tentara Rusia
211 WNA Tinggal di Blitar dan Tulungagung, Mayoritas Menikah dengan Warga Setempat
Putin Berterima Kasih kepada Prabowo, Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia
DPR Desak Pemerintah Lindungi Kelompok Rentan dari Dampak Asap Karhutla
IM57+ Soroti DPR Tak Buka Draf RUU Perampasan Aset ke Publik
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:09 WIB

Lowongan Kerja KAI 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

Jumat, 4 September 2026 - 20:09 WIB

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Beri Kesempatan Klarifikasi

Jumat, 4 September 2026 - 19:09 WIB

ICW Catat 56 Kasus Korupsi Kehutanan, Kerugian Negara Rp4,8 Triliun

Jumat, 4 September 2026 - 15:09 WIB

211 WNA Tinggal di Blitar dan Tulungagung, Mayoritas Menikah dengan Warga Setempat

Kamis, 3 September 2026 - 17:09 WIB

Putin Berterima Kasih kepada Prabowo, Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia

Berita Terbaru

Ilustrasi beli BBM bersubsidi pakai MyPertamina(Dok. Pertamina)

Otomotif

Pertamina Batalkan Rencana Wajib STNK Saat Beli BBM di SPBU

Jumat, 4 Sep 2026 - 18:09 WIB