Kasus Mayat Terborgol di Kendal, BGN Pastikan Lokasi Bukan Dapur MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026)(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026)(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

Kendal, APGtimes.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa bangunan tempat warga menemukan jasad pria dengan tangan kiri terborgol di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, bukan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN memastikan lokasi tersebut tidak terdaftar sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menyampaikan penegasan itu pada Sabtu (10/10/2026), setelah pihaknya menelusuri informasi yang mengaitkan lokasi penemuan jasad dengan operasional program MBG.

“Berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi yang telah kami lakukan, bangunan tersebut bukan merupakan gedung SPPG dan tidak memiliki ID SPPG resmi,” kata Tysa dalam siaran pers.

Ia menjelaskan, BGN juga tidak menemukan aktivitas yang berkaitan dengan program MBG di bangunan tersebut. Koordinasi dengan koordinator wilayah setempat turut memperkuat hasil penelusuran itu.

BGN Tegaskan Bangunan Bukan Fasilitas SPPG

Tysa mengatakan, bangunan tersebut tidak termasuk fasilitas SPPG yang terdampak kebijakan moratorium pembangunan maupun operasional. BGN juga tidak menemukan mitra yang mengaku memiliki atau mengelola bangunan itu untuk kepentingan program MBG.

Baca Juga :  Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Enam Tersangka Segera Hadapi Persidangan

Atas dasar temuan tersebut, BGN meminta masyarakat agar tidak langsung menghubungkan kasus penemuan jasad dengan program pemerintah sebelum memperoleh bukti dan informasi yang terverifikasi.

BGN juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keterangan resmi dari pihak berwenang ketika menerima informasi mengenai kasus tersebut.

Di sisi lain, BGN menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Tysa berharap keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi peristiwa tersebut.

Warga Temukan Jasad di Lantai Dua Bangunan

Kasus ini bermula ketika warga menemukan jasad seorang pria tanpa identitas di lantai dua bangunan di Jalan Arteri, Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Selasa (6/10/2026) pagi.

Warga mulai curiga setelah mencium bau busuk selama kurang lebih dua hari. Eko Mulyono, juru parkir rumah makan yang berada di dekat lokasi, kemudian memeriksa bangunan bersama Zainul Amri dan Budiyanto sekitar pukul 05.15 WIB.

Saat memeriksa lokasi, mereka menemukan korban tergeletak di atas karpet. Tangan kiri korban dalam keadaan terborgol dan terikat pada teralis besi jendela. Polisi juga menemukan bercak darah di sekitar jasad.

Baca Juga :  Buku Pelajaran SD-SMA Mau Diganti, JPPI Minta Pemerintah Buka Anggaran

Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan, membenarkan kondisi korban saat petugas menerima laporan.

Setelah menemukan jasad tersebut, warga segera menghubungi polisi. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti.

Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan

Polisi mengidentifikasi korban sebagai DNA, warga Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy menyebut dugaan awal menunjukkan bahwa korban meninggal akibat kekerasan menggunakan benda tumpul di bagian belakang kepala.

Meski identitas korban telah diketahui, polisi masih mendalami penyebab dan rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian pria tersebut. Penyidik memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus itu.

Hingga Sabtu (10/10/2026), BGN menegaskan tidak ada hubungan antara bangunan tempat penemuan jasad dan pelaksanaan program MBG. Sementara itu, kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB