Raja Juli Minta Tambahan Anggaran Rp4,68 Triliun, Kemenhut Siapkan 12 Armada Lawan Karhutla

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Kamis (28/8/2026)(KOMPAS.com/Rahel)

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Kamis (28/8/2026)(KOMPAS.com/Rahel)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengajukan tambahan anggaran Rp4,68 triliun untuk Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada 2027.

Raja Juli mengatakan pemerintah sebelumnya telah memberikan tambahan anggaran Rp1,55 triliun. Namun, jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan Kemenhut.

“Pagu anggaran 2027 Kementerian Kehutanan mendapatkan tambahan anggaran hanya sebesar Rp1,55 triliun. Oleh karena itu, masih ada kekurangan sebesar Rp4,68 triliun,” kata Raja Juli dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9/2026) malam.

Sebelumnya, Kemenhut mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp6,238 triliun. Kementerian membutuhkan dana tersebut untuk sejumlah program prioritas.

Program itu mencakup penguatan kelembagaan kehutanan di daerah, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengentasan kemiskinan ekstrem, pemulihan bencana, serta perbaikan tata kelola kawasan hutan.

Baca Juga :  Ganjar Pranowo Desak Prabowo Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional

Kemenhut Siapkan 6 Helikopter dan 6 Water Bomber

Raja Juli mengatakan sebagian tambahan anggaran akan memperkuat pengamanan kawasan hutan. Kemenhut akan meningkatkan patroli dan pencegahan karhutla di daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Kemenhut juga berencana menyewa enam helikopter dan enam pesawat water bomber. Armada tersebut akan mendukung patroli, pemantauan kawasan, deteksi dini, hingga pemadaman karhutla.

“Penguatan dukungan operasional tersebut antara lain dilakukan dengan menyewa 6 unit helikopter dan 6 unit pesawat water bomber,” ujar Raja Juli.

Menurutnya, pemerintah memilih skema sewa karena lebih fleksibel daripada membeli pesawat. Kemenhut juga bisa menekan kebutuhan belanja modal pada awal pengadaan.

Selain itu, skema sewa membuat pemerintah tidak perlu menanggung seluruh biaya pemeliharaan pesawat. Pemerintah juga dapat menyesuaikan jumlah armada dengan tingkat kerawanan karhutla setiap tahun.

Baca Juga :  BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng ke Mitra Dapur MBG

Operasional 12 Pesawat Capai Rp1,54 Triliun

Raja Juli memperkirakan biaya operasional 12 armada udara tersebut mencapai sekitar Rp1,54 triliun per tahun.

Perhitungan itu mencakup delapan bulan periode normal dan empat bulan saat risiko karhutla meningkat.

Setiap unit pesawat dan helikopter mendapat alokasi penggunaan sekitar 856 jam per tahun.

Dengan pola tersebut, Kemenhut memperkirakan kebutuhan operasional 12 armada mencapai Rp1,54 triliun setiap tahun.

Raja Juli berharap Komisi IV DPR RI memberikan rekomendasi terhadap usulan tambahan anggaran tersebut. Dana itu akan membantu Kemenhut memperkuat perlindungan kawasan hutan dan mempercepat penanganan karhutla. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB