Kemenkes Ungkap Dampak Kabut Asap Karhutla, Bisa Picu Stres hingga Gangguan Pernapasan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan Sungai Musi diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Palembang, Sumatera Selatan, 13 September 2026.(AFP/AL ZULKIFLI)

Pemandangan Sungai Musi diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Palembang, Sumatera Selatan, 13 September 2026.(AFP/AL ZULKIFLI)

Jakarta, APGtimes.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung lama dapat mengganggu kesehatan fisik sekaligus memicu stres dan kecemasan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak tersebut, terutama ketika asap menghambat aktivitas sehari-hari.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa gangguan pada kegiatan sosial, pendidikan, dan pekerjaan dapat memengaruhi kesehatan mental masyarakat.

Selain itu, perubahan rutinitas, pembatasan aktivitas luar ruangan, dan berkurangnya interaksi sosial dapat menurunkan kenyamanan selama bencana asap berlangsung.

Kemenkes Minta Orangtua Melindungi Anak

Kemenkes mengimbau masyarakat, khususnya orangtua, agar menjaga anak-anak tetap beraktivitas di dalam ruangan dengan udara yang lebih bersih.

Aji juga meminta masyarakat segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan terus berlangsung dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Masyarakat sebaiknya mencari pertolongan sebelum kondisi semakin parah.

Baca Juga :  Marinir TNI AL Siapkan Senjata Tanpa Awak, AAV M-35 Bakal Capai 105 Unit

Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 277.075

Hingga 12 Oktober 2026, Kemenkes mencatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di 63 kabupaten dan kota pada tujuh provinsi terdampak karhutla.

Sebanyak 62.400 kasus atau sekitar 22,5 persen di antaranya menyerang anak berusia 0–5 tahun.

Kemenkes terus memantau perkembangan jumlah pasien untuk mendeteksi potensi kenaikan kasus. Langkah tersebut juga membantu pemerintah memperkuat respons layanan kesehatan di daerah terdampak.

Asap Mengancam Kelompok Rentan

Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan zat berbahaya lainnya. Paparan partikel tersebut dapat memicu ISPA, batuk, dan sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Makin Mengganggu, 3.524 Sekolah Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia, dan penderita penyakit paru kronis termasuk kelompok yang paling rentan. Karena itu, mereka membutuhkan perlindungan ekstra saat kualitas udara memburuk.

Kenali Tanda Bahaya pada Anak

Kemenkes meminta orangtua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas, bernapas lebih cepat dari biasanya, atau kesulitan menyusu dan minum.

Orangtua juga perlu menggunakan nebulizer sesuai indikasi dan petunjuk tenaga medis. Jangan menggunakan alat tersebut secara mandiri tanpa arahan tenaga kesehatan.

Selain menjaga kesehatan fisik, masyarakat perlu memperhatikan kondisi psikologis selama karhutla. Dukungan keluarga dan konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu ketika stres atau kecemasan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB