Kemlu Buka Hotline Darurat bagi WNI Usai Gempa M 7,7 Guncang Panama

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah saat konferensi pers di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah saat konferensi pers di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Panama dan Kosta Rika agar tetap waspada setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Panama pada Jumat (9/10/2026). Kemlu meminta WNI segera menghubungi hotline Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Panama City jika menghadapi keadaan darurat.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan nomor darurat yang dapat dihubungi, yakni +507-6354-0958.

“Dalam kondisi darurat, WNI di wilayah akreditasi dapat menghubungi Hotline KBRI Panama City melalui +507-6354-0958,” kata Heni kepada Kompas.com, Sabtu (10/10/2026).

Meski gempa kuat mengguncang wilayah tersebut, Kemlu memastikan seluruh WNI yang berada dalam pemantauan KBRI Panama City saat ini dalam kondisi aman.

Sebanyak 63 WNI Tercatat di Panama dan Kosta Rika

Berdasarkan catatan Kemlu RI, terdapat 52 WNI di Panama dan 11 WNI di Kosta Rika. KBRI Panama City terus menjalin komunikasi dengan warga Indonesia untuk memantau kondisi mereka setelah gempa.

Baca Juga :  NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore

Heni menjelaskan, perwakilan Indonesia juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna memperoleh informasi terbaru mengenai situasi di lokasi terdampak. Selain itu, KBRI menyampaikan imbauan keselamatan kepada WNI agar mereka mengikuti arahan otoritas setempat.

Kemlu memastikan pemantauan akan terus berlangsung seiring perkembangan situasi. Langkah ini bertujuan memastikan keselamatan warga Indonesia sekaligus membantu mereka memperoleh informasi resmi jika terjadi keadaan darurat.

Gempa Susulan Magnitudo 5,2 Terpantau

Menurut laporan yang diterima Kemlu, gempa bermagnitudo 7,7 tersebut berpusat di wilayah tengah-selatan Panama, sekitar Pitaloza Arriba di Provinsi Herrera.

Setelah gempa utama, otoritas setempat juga melaporkan gempa susulan bermagnitudo 5,2. Petugas masih memantau dampak guncangan dan memeriksa kerusakan di sejumlah wilayah.

Heni mengatakan sejumlah layanan transportasi dan fasilitas umum sempat berhenti beroperasi sementara untuk menjalani pemeriksaan keselamatan. Namun, layanan bus kota dan bandara telah kembali beroperasi setelah pemeriksaan tersebut.

Baca Juga :  4.992 Sekolah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Akan Direhabilitasi Pascabencana

Gempa Picu Kerusakan dan Kewaspadaan di Kawasan Pesisir

Gempa kuat itu memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah tengah Panama. Selain itu, peristiwa tersebut memunculkan potensi tsunami di Panama serta peringatan gelombang yang lebih kecil, tetapi tetap berbahaya, di sejumlah kawasan pesisir Amerika Latin dan Pasifik Selatan.

Presiden Panama Jose Raul Mulino meminta masyarakat tetap tenang dan tidak memperkeruh situasi. Ia juga meminta laporan mengenai kerusakan untuk mengetahui dampak bencana secara lebih menyeluruh.

Di tengah penanganan dampak gempa, Kemlu RI mengingatkan WNI agar memprioritaskan keselamatan, mengikuti informasi resmi pemerintah setempat, dan segera menghubungi hotline KBRI Panama City apabila membutuhkan bantuan darurat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB