Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membidik kecepatan internet hingga 100 megabit per detik (Mbps) pada 2029. Pemerintah juga menargetkan tarif layanan internet berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp150.000 per bulan agar masyarakat dapat menikmati koneksi cepat dengan biaya lebih terjangkau.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut pemanfaatan spektrum frekuensi 1,4 GHz menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan target tersebut. Pemerintah ingin memperluas konektivitas sekaligus meningkatkan kualitas layanan internet hingga ke daerah terpencil.
Meutya menyampaikan rencana itu saat membuka Bali Tech Week 2026 pada Senin (19/10/2026). Ia menegaskan bahwa pemerataan akses digital harus mencakup seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya kota-kota besar.
235 Juta Penduduk Telah Terhubung Internet
Komdigi mencatat sekitar 235 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke jaringan internet. Angka tersebut setara dengan tingkat penetrasi internet sebesar 81,72 persen.
Di sisi lain, jaringan 4G telah menjangkau 98,96 persen populasi Indonesia. Meski demikian, pemerintah masih berupaya menghubungkan masyarakat yang belum memperoleh akses internet secara memadai.
Meutya menilai pemerataan konektivitas merupakan bagian penting dari inklusivitas digital. Karena itu, masyarakat di wilayah Indonesia timur dan daerah terpencil juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses layanan internet.
Frekuensi 1,4 GHz Diandalkan untuk Internet Terjangkau
Pemerintah memanfaatkan spektrum frekuensi 1,4 GHz untuk mendukung pengembangan teknologi Fixed Wireless Access (FWA). Teknologi ini memungkinkan penyedia layanan menghadirkan internet tetap melalui jaringan nirkabel.
Komdigi berharap pemanfaatan frekuensi tersebut dapat mendorong penyediaan internet berkecepatan tinggi dengan harga lebih terjangkau. Pemerintah membidik kecepatan hingga 100 Mbps dengan tarif Rp100.000–Rp150.000 per bulan pada 2029.
Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses konektivitas digital yang terjangkau bagi masyarakat.
Meski begitu, pencapaian target tersebut membutuhkan kesiapan infrastruktur dan operator telekomunikasi. Perluasan jaringan juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu layanan.
Kecepatan Internet Seluler Capai 84 Mbps
Meutya memaparkan bahwa rata-rata kecepatan internet seluler di Indonesia saat ini mencapai 84 Mbps. Sementara itu, layanan fixed broadband mencatat kecepatan rata-rata 67 Mbps.
Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam meningkatkan kualitas konektivitas nasional. Komdigi ingin masyarakat memperoleh layanan yang memadai untuk menunjang pendidikan, pekerjaan, komunikasi, dan kegiatan ekonomi.
Pemerintah juga menekankan pemerataan kualitas jaringan. Dengan demikian, masyarakat di luar Pulau Jawa diharapkan dapat menikmati koneksi internet yang semakin cepat dan stabil.
Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz Dukung Jaringan 5G
Selain frekuensi 1,4 GHz, Komdigi memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk memperluas jaringan telekomunikasi.
Pemerintah menetapkan kewajiban pembangunan jaringan yang lebih luas bagi operator sebagai bagian dari pemanfaatan spektrum tersebut. Langkah ini bertujuan mendorong perluasan layanan 5G ke lebih banyak wilayah.
Komdigi berharap jaringan generasi kelima tidak hanya tersedia di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau kawasan pedesaan dan daerah terpencil.
Melalui pemanfaatan spektrum frekuensi dan perluasan infrastruktur, pemerintah menargetkan akses internet Indonesia semakin cepat, terjangkau, dan merata menjelang 2029. (yp*)









