Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kanan) secara daring menyampaikan laporan penanganan bencana kepada Presiden Prabowo Subianto yang memimpin rapat terbatas penanganan bencana, Senin (7/9/2026).()

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kanan) secara daring menyampaikan laporan penanganan bencana kepada Presiden Prabowo Subianto yang memimpin rapat terbatas penanganan bencana, Senin (7/9/2026).()

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajukan anggaran sekitar Rp1,39 triliun untuk memperbaiki rumah sakit dan puskesmas yang rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Budi menyampaikan kebutuhan anggaran tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas mengenai penanganan bencana pada Senin (7/9/2026). Pemerintah menghitung anggaran itu untuk memulihkan fasilitas kesehatan agar masyarakat kembali mendapatkan pelayanan medis di bangunan permanen.

“Kebutuhan totalnya ada sekitar Rp1,39 triliun, hitungan sementara,” ujar Budi dalam rapat yang berlangsung secara daring.

165 Puskesmas dan 12 Rumah Sakit Terdampak

Budi menjelaskan, pemerintah akan menggunakan anggaran tersebut untuk memperbaiki 165 puskesmas dan 12 rumah sakit yang terdampak gempa di NTT.

Kementerian Kesehatan juga telah menyampaikan usulan anggaran itu kepada Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Sekretaris Negara.

Menurut Budi, pemerintah perlu segera memperbaiki fasilitas kesehatan karena pelayanan menggunakan tenda hanya bersifat sementara.

Baca Juga :  Menkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, PM2,5 Bisa Picu ISPA

“Tidak mungkin layanan kesehatan itu dilakukan terus di tenda. Baik untuk yang puskesmas maupun rumah sakit,” jelasnya.

Saat ini, fasilitas kesehatan terdampak masih mengandalkan sarana sementara agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Pemerintah kemudian mulai mengarahkan perhatian pada pemulihan bangunan dan fasilitas kesehatan secara permanen.

Prabowo Setujui Pengajuan Anggaran

Presiden Prabowo Subianto merespons pengajuan anggaran tersebut dalam rapat terbatas. Prabowo meminta Menteri Kesehatan segera menyampaikan kebutuhan perbaikan fasilitas kesehatan yang terdampak gempa.

“Baik, terima kasih Menteri Kesehatan. Nanti diajukan saja kebutuhan untuk memperbaiki fasilitas kesehatan di daerah yang terdampak di NTT,” kata Prabowo.

Pemerintah berharap perbaikan fasilitas kesehatan dapat mempercepat pemulihan layanan medis bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Korban Gempa NTT Capai 129 Orang

Berdasarkan pembaruan data BNPB hingga Jumat (4/9/2026), gempa NTT telah menyebabkan 129 orang meninggal dunia. Data tersebut mencakup korban akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari bencana.

Baca Juga :  Korban Gempa Manggarai NTT Bertambah Jadi 39 Orang, 22 Meninggal di Reok

Selain itu, sebanyak 1.723 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah warga yang masih mengungsi mencapai 111.321 orang.

Gempa juga merusak 98.908 rumah warga dengan tingkat kerusakan yang berbeda, mulai dari rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat.

Di tengah proses pemulihan, pemerintah terus mengirimkan bantuan logistik ke wilayah terdampak. BNPB mencatat sebanyak 2.015 ton logistik telah dikirim dari Jakarta.

BNPB juga mengirim tambahan 113 ton logistik menggunakan KRI Semarang-594 menuju Labuan Bajo. Bantuan tersebut mencakup makanan, minuman, sembako, peralatan penjernih air, serta berbagai kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan tambahan bantuan tersebut, pemerintah terus memperkuat penanganan darurat sembari menyiapkan pemulihan fasilitas umum, termasuk layanan kesehatan yang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat terdampak gempa. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB