Cegah Kebakaran Hutan, Prabowo Minta 70.000 Polisi Kehutanan Ditambah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). (YouTube.com/Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). (YouTube.com/Sekretariat Presiden)

Jakarta, APGtimes.com – Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan 70.000 polisi kehutanan (polhut) untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah menargetkan penambahan 21.000 personel pada 2026 sebagai bagian dari pelaksanaan arahan tersebut.

Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove (BPGMN), Satyawan Pudyatmoko, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait rencana tersebut.

Menurut Satyawan, pemerintah ingin memperluas peran polhut dalam menjaga kawasan hutan. Petugas nantinya tidak hanya menjalankan patroli, tetapi juga memberikan edukasi dan mendampingi masyarakat agar ikut mencegah kebakaran.

“Penambahan Polhut sejumlah 70.000 orang. Tahun ini kita harapkan sudah ada 21.000 orang penambahan Polhut,” ujar Satyawan saat ditemui di Istana Negara, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga :  Gubernur Kalsel Siapkan Bonus untuk Warga yang Laporkan Pelaku Karhutla

Ia menambahkan, penyuluhan dan pendampingan masyarakat menjadi bagian penting dari tugas polhut. Dengan keterlibatan warga, pemerintah berharap upaya pencegahan karhutla dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

Pemulihan Gambut untuk Mengurangi Risiko Kebakaran

Selain memperkuat personel, pemerintah menyiapkan pemulihan ekosistem gambut untuk menekan risiko kebakaran, terutama ketika musim kemarau panjang.

Satyawan menjelaskan, material yang mudah terbakar akan meningkatkan risiko karhutla ketika kondisinya kering dan terkena sumber api. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga gambut tetap basah dan lembap melalui pemulihan kondisi ekosistem.

“Kita akan upayakan pembasahan kembali dan mengembalikan ekosistem gambut seperti kondisi semula,” kata Satyawan.

Pemerintah merencanakan pemetaan kanal dan pembangunan sekat kanal untuk mendukung langkah tersebut. Sekat kanal berfungsi menahan aliran air agar lahan gambut tidak cepat mengering.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Tegaskan Tak Toleransi Pelanggaran Sopir Tangki, Distribusi BBM Tetap Normal

Pemetaan 500 Kawasan Hidrologis Gambut

BPGMN juga berencana memetakan sekitar 500 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dalam waktu dekat. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi kawasan kritis yang membutuhkan pemulihan lebih dahulu.

Hasil pemetaan akan membantu pemerintah menentukan wilayah prioritas berdasarkan kebutuhan penanganan. Dengan begitu, upaya pemulihan dapat berjalan lebih terarah untuk mengurangi kerentanan kawasan gambut terhadap kebakaran.

Satyawan berharap penambahan polhut, penyuluhan masyarakat, dan pemulihan ekosistem dapat menekan kejadian karhutla secara bertahap. Pemerintah menargetkan langkah tersebut mencegah kebakaran berulang di kawasan gambut di seluruh Indonesia. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB