Banjarbaru, APGtimes.com – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalsel terjadi akibat ulah pihak yang sengaja membakar lahan.
Muhidin menyampaikan dugaan itu setelah titik api kembali muncul di sejumlah lokasi. Padahal, petugas sebelumnya berhasil mengendalikan kebakaran di wilayah lain.
“Di sini udah tenang-tenang, lalu sekarang di sana sudah nggak bisa lagi, ternyata sini lagi yang terbakar. Nah berarti kan ini ada yang bakar,” ujar Muhidin kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).
Karhutla telah berlangsung lebih dari dua bulan di sejumlah wilayah Kalsel. Petugas gabungan terus melakukan pemadaman, tetapi kemunculan titik api baru membuat penanganan semakin berat.
“Kan kita capek juga nih, karena mungkin ada yang main-main membakarkan itu. Jadi mudah-mudahan sadar ya yang membakar ini,” kata Muhidin.
Warga Bisa Dapat Bonus
Untuk membantu mengungkap dugaan pembakaran secara sengaja, Muhidin menawarkan bonus uang kepada warga yang melaporkan pelaku kepada polisi.
Ia meminta masyarakat menyertakan bukti yang kuat saat membuat laporan. Bukti tersebut nantinya dapat membantu polisi melakukan penindakan terhadap pihak yang diduga membakar lahan.
“Jadi begini, kalau ada masyarakat yang melapor ke polisi dan tertangkap, orangnya dibawa ke polisi. Ya dapat danalah,” ujar Muhidin.
Nominal Bonus Belum Disebutkan
Muhidin belum menyebutkan jumlah bonus yang akan pemerintah berikan kepada pelapor. Namun, ia memastikan pemerintah menyiapkan nominal yang cukup besar.
“Nanti kita berikan. Nominalnya ya pasti ada dari pemerintah, banyak loh bonusnya,” ungkapnya.
Pemerintah daerah berharap insentif tersebut mendorong masyarakat ikut membantu aparat mengungkap pelaku pembakaran lahan.
Di sisi lain, tim gabungan masih berupaya memadamkan karhutla yang muncul di sejumlah wilayah Kalsel. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. (de*)







