Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada awal perdagangan Selasa (22/9/2026). Rupiah berada di level Rp17.895 per dollar AS pada pukul 09.20 WIB.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah turun 48 poin atau 0,27 persen dari posisi penutupan sehari sebelumnya. Pada Senin (21/9/2026), rupiah berakhir di level Rp17.847 per dollar AS.
Sementara itu, indeks dollar AS (DXY) bergerak datar. Pada pukul 09.00 WIB, DXY berada di level 100,425 setelah menguat 0,21 persen pada perdagangan sebelumnya.
Rupiah Melemah Saat Pasar Asia Bergerak Beragam
Pergerakan mata uang Asia pagi ini berlangsung beragam. Sejumlah mata uang menguat terhadap dollar AS.
Peso Filipina naik 0,13 persen. Ringgit Malaysia bertambah 0,01 persen, sedangkan won Korea Selatan menguat 0,98 persen.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru melemah. Yuan China turun 0,03 persen dan dollar Singapura terkoreksi 0,02 persen. Yen Jepang juga melemah 0,10 persen, sementara dollar Hong Kong bergerak stabil.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah terjadi ketika pasar kawasan belum bergerak dalam satu arah.
Pernyataan Pejabat The Fed Jadi Perhatian
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong melihat peluang pelemahan rupiah masih terbuka.
Menurut Lukman, pernyataan hawkish pejabat The Federal Reserve, Goolsbee, kembali mendorong ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi.
“Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dollar AS menyusul pernyataan hawkish pejabat The Fed, Goolsbee, yang kembali meningkatkan ekspektasi suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi,” kata Lukman, Selasa pagi.
Ekspektasi tersebut dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dollar AS. Kondisi itu kemudian memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Keputusan BI Dinanti Pasar
Selain kebijakan The Fed, pelaku pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu (23/9/2026).
Lukman memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga. Jika keputusan itu sesuai perkiraan pasar, ruang penguatan rupiah terhadap dollar AS kemungkinan tetap terbatas.
“Keputusan RDG BI besok yang diperkirakan mempertahankan suku bunga juga dapat membatasi dukungan terhadap rupiah,” ujar Lukman.
Untuk perdagangan Selasa, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dollar AS.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan dollar AS dan respons pasar terhadap keputusan suku bunga BI. (ys*)









