Rupiah Bangkit ke Bawah Rp18.100 per Dollar AS, IHSG Menguat di Awal Perdagangan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (14/7/2026). Setelah membuka perdagangan dengan pelemahan tipis, rupiah segera bangkit dan kembali menembus level psikologis Rp18.100 per dolar AS.

Data perdagangan menunjukkan rupiah memulai sesi di posisi Rp18.116 per dolar AS. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp18.109 per dolar AS. Namun, pelaku pasar langsung mendorong rupiah menguat beberapa saat kemudian.

Hingga pukul 09.28 WIB, rupiah naik sekitar 0,13 persen ke level Rp18.085 per dolar AS. Pergerakan itu menunjukkan mata uang Garuda mampu membalikkan tekanan pada awal perdagangan.

Mata Uang Asia Bergerak Beragam

Mayoritas mata uang Asia bergerak bervariasi pada perdagangan pagi ini. Ringgit Malaysia mencatat pelemahan terdalam setelah turun sekitar 0,34 persen terhadap dolar AS.

Baca Juga :  Laba RAJA Melonjak 82 Persen, Investor Incar Obligasi dan Sukuk Rp1,55 Triliun

Selain itu, peso Filipina turun sekitar 0,18 persen. Baht Thailand juga melemah sekitar 0,07 persen, sedangkan yuan China terkoreksi 0,05 persen. Dolar Singapura ikut turun sekitar 0,02 persen, sementara dolar Hong Kong hanya bergerak tipis.

Sebaliknya, won Korea Selatan memimpin penguatan mata uang Asia setelah naik sekitar 0,20 persen. Yen Jepang ikut menguat sekitar 0,02 persen. Dolar Taiwan juga mencatat kenaikan tipis pada perdagangan pagi.

IHSG Melanjutkan Penguatan

Pasar saham Indonesia juga menunjukkan kinerja positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau setelah sempat mengalami tekanan pada awal sesi.

Sampai pukul 09.28 WIB, IHSG naik sekitar 11 poin atau 0,19 persen ke level 6.049. Indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di kisaran 6.065. Setelah itu, IHSG turun sesaat hingga mendekati level 6.002 sebelum kembali menguat.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini 3 September 2026 Naik, Antam Rp 2,679 Juta

Investor mencatat aktivitas perdagangan yang cukup tinggi. Volume transaksi mencapai sekitar 8,7 miliar saham dengan nilai lebih dari Rp4,6 triliun. Frekuensi perdagangan juga menembus 768 ribu transaksi.

Sebanyak 344 saham menguat pada perdagangan pagi. Sementara itu, 192 saham melemah dan 191 saham bergerak stabil.

Investor Masih Mencermati Sentimen Global

Pelaku pasar terus mencermati berbagai sentimen ekonomi global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah maupun IHSG. Karena itu, investor masih menunggu perkembangan terbaru sebagai dasar dalam menentukan strategi investasi pada perdagangan berikutnya. (mda*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Laba RAJA Melonjak 82 Persen, Investor Incar Obligasi dan Sukuk Rp1,55 Triliun
Pemerintah Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Turunkan Bunga PNM Mekaar Jadi 8 Persen
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.158 per Dollar AS, Investor Menanti Data Ekonomi
Saham SMGR Menguat 5,62 Persen, SIG Kaji Buyback di Tengah Lonjakan Laba
7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup
Kredit KB Bank Tembus Rp45,68 Triliun, Pendapatan Bunga Bersih Melonjak 28,94 Persen
Pemerintah Beri Insentif Pajak Rp576,4 Triliun pada 2026, UMKM hingga Industri Jadi Penerima
Saham Intel Anjlok 28,58 Persen, Nilai Investasi Pemerintah AS Susut Rp217,8 Triliun
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:09 WIB

Laba RAJA Melonjak 82 Persen, Investor Incar Obligasi dan Sukuk Rp1,55 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 13:09 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.158 per Dollar AS, Investor Menanti Data Ekonomi

Senin, 2 November 2026 - 12:09 WIB

Saham SMGR Menguat 5,62 Persen, SIG Kaji Buyback di Tengah Lonjakan Laba

Minggu, 1 November 2026 - 12:04 WIB

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Kredit KB Bank Tembus Rp45,68 Triliun, Pendapatan Bunga Bersih Melonjak 28,94 Persen

Berita Terbaru