Serangan Udara Gempur Posisi Houthi di Taiz, Lebih dari 200 Petempur Diklaim Jadi Korban

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anggota Pasukan Pelawanan Nasional Yaman yang dibeking Arab Saudi menembakkan RPG saat memerangi Houthi di Kadha, barat Kota Taiz, Yaman, 9 September 2026.(PASUKAN PERLAWANAN NASIONAL YAMAN via AFP)

Seorang anggota Pasukan Pelawanan Nasional Yaman yang dibeking Arab Saudi menembakkan RPG saat memerangi Houthi di Kadha, barat Kota Taiz, Yaman, 9 September 2026.(PASUKAN PERLAWANAN NASIONAL YAMAN via AFP)

Sanaa, APGtimes.com – Tentara Yaman mengklaim lebih dari 200 anggota kelompok Houthi tewas atau terluka dalam pertempuran sengit di Provinsi Taiz, wilayah barat daya Yaman, pada Rabu (14/10/2026). Bentrokan tersebut juga menyebabkan sejumlah kendaraan militer Houthi hancur dan rusak.

Komando Militer Taiz menyampaikan laporan itu melalui platform media sosial X. Menurut komando tersebut, pertempuran terjadi di beberapa titik, termasuk front Dhubab di sebelah barat Taiz serta front Al-Aqrud dan Al-Shaqab di wilayah selatan.

Bentrokan mulai pecah pada Rabu pagi dan semakin intens menjelang siang. Di tengah pertempuran, pesawat tempur melancarkan serangkaian serangan udara yang menyasar posisi serta kendaraan militer Houthi.

Serangan Udara Sasar Kendaraan Militer Houthi

Salah satu serangan udara menghantam konvoi tank dan kendaraan militer Houthi di kawasan Ras al-Najd, Distrik Al-Misrakh.

Baca Juga :  Lisa BLACKPINK dan Katy Perry Meriahkan Pembukaan Piala Dunia 2026

Menurut laporan Anadolu Agency, dua serangan udara juga menyasar posisi Houthi di sekitar Bukit Sofitel, sebelah timur Kota Taiz, pada Rabu pagi.

Sementara itu, dua serangan lainnya berlangsung pada Rabu malam. Serangan tersebut menyasar sebuah tank dan kendaraan militer di front Dhubab, sebelah barat Taiz.

Tentara Yaman mengklaim serangkaian pertempuran dan serangan itu menimbulkan lebih dari 200 korban dari pihak Houthi, baik meninggal dunia maupun terluka.

Pasukan pemerintah juga melaporkan telah menghancurkan satu kendaraan militer dan satu konvoi bersenjata. Selain itu, mereka mengklaim merusak dua tank dan menembak jatuh satu pesawat nirawak atau drone milik Houthi.

Namun, belum ada verifikasi independen terhadap jumlah korban maupun kerugian militer yang dilaporkan tentara Yaman. Hingga laporan tersebut muncul, kelompok Houthi juga belum memberikan tanggapan atas klaim itu.

Baca Juga :  Saudi dan UEA Tolak Perundingan AS-Iran, Qatar dan Oman Dorong Jalan Damai

Operasi Fajar Yaman Tingkatkan Pertempuran

Bentrokan di Taiz terjadi ketika pemerintah Yaman yang mendapat pengakuan internasional menjalankan operasi militer bertajuk Fajar Yaman atau Dawn of Yemen.

Pemerintah memulai operasi tersebut pada awal Oktober 2026 dengan tujuan merebut kembali wilayah yang masih dikuasai Houthi. Sasaran operasi itu mencakup sejumlah daerah strategis, termasuk Sanaa, ibu kota Yaman.

Operasi militer tersebut mendapat dukungan koalisi pimpinan Arab Saudi. Keterlibatan koalisi turut meningkatkan intensitas pertempuran di sejumlah wilayah Yaman.

Konflik berkepanjangan di negara itu melibatkan berbagai kelompok bersenjata dan kekuatan regional. Perkembangan operasi militer terbaru di Taiz menambah ketegangan di tengah upaya pemerintah Yaman merebut kembali wilayah yang berada di bawah kendali Houthi. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB