Jakarta, APGtimes.com – Investor asing kembali mencatat aksi jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia (BEI) meskipun Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market dalam Global Market Accessibility Review periode Juni 2026.
Pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026), investor asing membukukan jual bersih atau net sell sebesar Rp3,13 triliun. Meski tekanan jual cukup besar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap mampu bertahan di zona hijau.
IHSG menguat tipis 0,08 persen atau 4,798 poin dan ditutup di level 6.177,139.
AMMN Jadi Sasaran Utama Aksi Jual Asing
Investor global paling banyak melepas saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Nilai jual bersih pada saham emiten tambang tersebut mencapai Rp728 miliar dalam satu hari perdagangan.
Selain AMMN, investor asing juga melepas saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp469 miliar.
Selanjutnya, aksi jual juga terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp334 miliar.
Tekanan jual berlanjut pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat net sell Rp315 miliar.
Investor asing juga mengurangi kepemilikan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp308 miliar.
BBCA Jadi Buruan Investor Asing
Di tengah derasnya aksi jual, sejumlah saham justru menarik minat investor asing.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor global.
Investor asing membukukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp317 miliar pada saham BBCA.
Selain BBCA, investor asing juga menambah kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp44 miliar.
Kemudian, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat net buy Rp42 miliar.
Investor asing juga mengakumulasi saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp41 miliar.
Sementara itu, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat pembelian bersih Rp35 miliar.
IHSG Sempat Tertekan Sebelum Berbalik Menguat
Pada awal perdagangan, IHSG sempat bergerak di zona merah.
Indeks dibuka di level 6.161,456 dan kemudian turun hingga menyentuh posisi terendah harian di 6.117,309.
Namun, pelaku pasar mulai meningkatkan aksi beli menjelang penutupan perdagangan.
Kondisi tersebut mendorong IHSG berbalik arah dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.215,063.
Pada akhir sesi, IHSG berhasil ditutup menguat di level 6.177,139.
Aktivitas Perdagangan Tetap Tinggi
BEI mencatat aktivitas perdagangan yang cukup ramai sepanjang sesi perdagangan Jumat.
Volume transaksi mencapai 32,447 miliar saham.
Sementara itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp26,518 triliun.
Pelaku pasar juga mencatat frekuensi perdagangan mencapai 1,75 juta kali transaksi.
Meski indeks menguat, jumlah saham yang melemah masih lebih banyak dibandingkan saham yang naik.
Sebanyak 342 saham berakhir di zona merah.
Di sisi lain, 332 saham berhasil menguat dan 141 saham bergerak tanpa perubahan.
Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp10.812 triliun pada akhir perdagangan.
Status Emerging Market Belum Mampu Redam Aksi Jual
Keputusan MSCI yang tetap mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market belum mampu menghentikan aksi jual investor asing dalam jangka pendek.
Pelaku pasar masih mencermati berbagai faktor global, termasuk arah suku bunga Amerika Serikat, kondisi ekonomi dunia, dan pergerakan arus modal asing ke pasar negara berkembang.
Meski demikian, penguatan IHSG di tengah tekanan jual asing menunjukkan bahwa minat investor domestik masih cukup kuat untuk menopang pergerakan pasar saham Indonesia. (de*)









