Investor Asing Kabur Rp3,13 Triliun, IHSG Justru Bertahan Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi saham, IHSG. (canva.com)

Ilustrasi saham, IHSG. (canva.com)

Jakarta, APGtimes.com – Investor asing kembali mencatat aksi jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia (BEI) meskipun Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market dalam Global Market Accessibility Review periode Juni 2026.

Pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026), investor asing membukukan jual bersih atau net sell sebesar Rp3,13 triliun. Meski tekanan jual cukup besar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap mampu bertahan di zona hijau.

IHSG menguat tipis 0,08 persen atau 4,798 poin dan ditutup di level 6.177,139.

AMMN Jadi Sasaran Utama Aksi Jual Asing

Investor global paling banyak melepas saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Nilai jual bersih pada saham emiten tambang tersebut mencapai Rp728 miliar dalam satu hari perdagangan.

Selain AMMN, investor asing juga melepas saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp469 miliar.

Selanjutnya, aksi jual juga terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp334 miliar.

Tekanan jual berlanjut pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat net sell Rp315 miliar.

Investor asing juga mengurangi kepemilikan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp308 miliar.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp18.134 per Dollar AS, IHSG Naik 0,88 Persen

BBCA Jadi Buruan Investor Asing

Di tengah derasnya aksi jual, sejumlah saham justru menarik minat investor asing.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor global.

Investor asing membukukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp317 miliar pada saham BBCA.

Selain BBCA, investor asing juga menambah kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp44 miliar.

Kemudian, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat net buy Rp42 miliar.

Investor asing juga mengakumulasi saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp41 miliar.

Sementara itu, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat pembelian bersih Rp35 miliar.

IHSG Sempat Tertekan Sebelum Berbalik Menguat

Pada awal perdagangan, IHSG sempat bergerak di zona merah.

Indeks dibuka di level 6.161,456 dan kemudian turun hingga menyentuh posisi terendah harian di 6.117,309.

Namun, pelaku pasar mulai meningkatkan aksi beli menjelang penutupan perdagangan.

Kondisi tersebut mendorong IHSG berbalik arah dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.215,063.

Pada akhir sesi, IHSG berhasil ditutup menguat di level 6.177,139.

Baca Juga :  SBY Apresiasi Rupiah dan IHSG Menguat, Sebut Jadi Pertanda Baik bagi Ekonomi Indonesia

Aktivitas Perdagangan Tetap Tinggi

BEI mencatat aktivitas perdagangan yang cukup ramai sepanjang sesi perdagangan Jumat.

Volume transaksi mencapai 32,447 miliar saham.

Sementara itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp26,518 triliun.

Pelaku pasar juga mencatat frekuensi perdagangan mencapai 1,75 juta kali transaksi.

Meski indeks menguat, jumlah saham yang melemah masih lebih banyak dibandingkan saham yang naik.

Sebanyak 342 saham berakhir di zona merah.

Di sisi lain, 332 saham berhasil menguat dan 141 saham bergerak tanpa perubahan.

Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp10.812 triliun pada akhir perdagangan.

Status Emerging Market Belum Mampu Redam Aksi Jual

Keputusan MSCI yang tetap mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market belum mampu menghentikan aksi jual investor asing dalam jangka pendek.

Pelaku pasar masih mencermati berbagai faktor global, termasuk arah suku bunga Amerika Serikat, kondisi ekonomi dunia, dan pergerakan arus modal asing ke pasar negara berkembang.

Meski demikian, penguatan IHSG di tengah tekanan jual asing menunjukkan bahwa minat investor domestik masih cukup kuat untuk menopang pergerakan pasar saham Indonesia. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS
BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp80.000, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta
Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah
Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen
Mulai Oktober 2026, QRIS Bebas Biaya untuk Semua Merchant hingga Rp100.000
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 17 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,782 Juta
Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:09 WIB

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp80.000, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB