Apple Dikabarkan Siapkan Server AI M8 Ultra, Nvidia Masuk dalam Rencana

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Apple di China.(Reuters/ Florence Lo)

Ilustrasi Apple di China.(Reuters/ Florence Lo)

Cupertino, APGtimes.com – Apple dilaporkan sedang menyiapkan langkah untuk kembali ke pasar server perusahaan. Kali ini, perusahaan mengarahkan proyek tersebut untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan The Information yang dikutip Reuters, Apple mengembangkan server AI dengan mengandalkan chip M8 Ultra buatannya sendiri. Perusahaan juga mempertimbangkan teknologi NVLink Fusion dari Nvidia untuk menghubungkan chip dalam server tersebut.

Apple kabarnya menyiapkan dua pilihan konfigurasi. Server pertama memakai dua chip M8 Ultra, sedangkan konfigurasi lainnya menggunakan empat chip.

Proyek ini masih berada dalam tahap pengembangan. Apple menargetkan peluncuran pada 2029, tetapi perusahaan masih dapat mengubah rencana tersebut atau membatalkannya.

Apple Bidik Kebutuhan Inferensi AI

Server tersebut akan menjalankan proses inferensi AI. Proses ini memungkinkan sistem menjalankan model AI yang sudah melalui tahap pelatihan untuk menghasilkan jawaban atau menjalankan berbagai tugas.

Apple ingin memperluas penggunaan chip buatannya ke luar perangkat konsumen. Selama ini, perusahaan memakai Apple Silicon untuk berbagai produk seperti Mac dan perangkat lainnya.

Baca Juga :  Apple Masih Jadi Raja Smartwatch, Kuasai 46 Persen Pasar Global

Dengan server AI, Apple dapat menawarkan perangkat berbasis chip sendiri kepada pelanggan perusahaan yang ingin menjalankan model AI pada infrastrukturnya.

Nvidia Masuk dalam Rencana Konektivitas

Apple juga mempertimbangkan NVLink Fusion untuk menghubungkan beberapa chip M8 Ultra.

Teknologi Nvidia tersebut memungkinkan chip buatan pihak ketiga terhubung dengan infrastruktur data center Nvidia. NVLink Fusion menyediakan konektor dan teknologi memori yang mendukung sistem AI dalam skala besar.

Bagi Apple, teknologi konektivitas menjadi bagian penting karena server yang memakai dua atau empat chip M8 Ultra membutuhkan komunikasi cepat antarchip.

Namun, Apple belum menetapkan Nvidia sebagai bagian pasti dari produk tersebut. Perusahaan masih dapat meluncurkan server tanpa teknologi NVLink Fusion.

Bisa Jadi Kembalinya Apple ke Bisnis Server

Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Apple akan kembali menjual hardware server khusus setelah menghentikan lini Xserve pada 2011.

Baca Juga :  Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Siapkan Kompensasi dan Tambahan Masa Aktif

Apple meluncurkan Xserve pada 2002 sebagai server berbentuk rack-mounted untuk kebutuhan perusahaan dan pusat data. Setelah menghentikan lini tersebut, Apple lebih fokus mengembangkan Mac dan perangkat konsumen.

Rencana baru ini menunjukkan perubahan arah strategi Apple di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur AI. Perusahaan tidak hanya mengembangkan chip untuk perangkat pengguna, tetapi juga mulai mempertimbangkan penggunaan chip tersebut pada sistem pusat data.

Proyek Masih Bisa Berubah

Apple memulai proyek server AI tersebut sekitar satu tahun lalu. John Ternus, yang saat itu memimpin divisi hardware Apple, disebut mendukung pengembangan proyek tersebut. Kini Ternus menjabat sebagai CEO Apple.

Meski begitu, informasi mengenai server AI ini belum mendapat konfirmasi resmi dari Apple maupun Nvidia. Reuters juga menyatakan belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Karena itu, spesifikasi akhir, penggunaan teknologi Nvidia, dan jadwal peluncuran masih dapat berubah sebelum Apple mengambil keputusan final. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengguna AI Tembus 3,24 Miliar Orang, Indonesia Masuk Negara dengan Pandangan Positif terhadap Teknologi AI
Windows 11 Makin Ngebut di Laptop RAM 8 GB, Microsoft Klaim Multitasking 40 Persen Lebih Cepat
Honor Siapkan HP Baterai 15.000 mAh, Diklaim Bisa Bertahan hingga 7 Hari
Google Uji Satelit AI Suncatcher di Orbit, Gemma 4 Berhasil Menulis Puisi dari Luar Angkasa
Canva Rombak Organisasi, 1.271 Karyawan Terdampak PHK dan Relokasi
Nubia A77 5G Resmi Hadir di Indonesia, Rp3,5 Juta Dapat Internet 5G Dua Tahun
Meta Rilis Style Sketch, Aplikasi AI yang Bisa Pilihkan Outfit dari Lemari Digital
Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:09 WIB

Pengguna AI Tembus 3,24 Miliar Orang, Indonesia Masuk Negara dengan Pandangan Positif terhadap Teknologi AI

Sabtu, 7 November 2026 - 13:09 WIB

Windows 11 Makin Ngebut di Laptop RAM 8 GB, Microsoft Klaim Multitasking 40 Persen Lebih Cepat

Kamis, 5 November 2026 - 21:09 WIB

Honor Siapkan HP Baterai 15.000 mAh, Diklaim Bisa Bertahan hingga 7 Hari

Kamis, 5 November 2026 - 18:09 WIB

Google Uji Satelit AI Suncatcher di Orbit, Gemma 4 Berhasil Menulis Puisi dari Luar Angkasa

Kamis, 5 November 2026 - 14:09 WIB

Canva Rombak Organisasi, 1.271 Karyawan Terdampak PHK dan Relokasi

Berita Terbaru