Tujuh Senjata Api Disita Usai Kontak Tembak TNI dan OPM di Yahukimo

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 November 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koops TNI Habema menyita barang bukti usai kontak senjata dengan kelompok bersenjata OPM di Kali Senami, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Sabtu (7/11/2026).(DOK. Koops TNI Habema)

Koops TNI Habema menyita barang bukti usai kontak senjata dengan kelompok bersenjata OPM di Kali Senami, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Sabtu (7/11/2026).(DOK. Koops TNI Habema)

Yahukimo, APGtimes.com — Pasukan Komando Operasi (Koops) TNI Habema kembali terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (7/11/2026).

Kontak senjata berlangsung di kawasan Kali Senami, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, prajurit bergerak setelah menerima informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata tersebut.

Pasukan kemudian memeriksa kawasan Kali Senami yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok OPM.

“Berdasarkan laporan awal, terjadi kontak tembak antara personel TNI dan kelompok bersenjata yang kemudian meninggalkan lokasi,” kata Riyanto dalam siaran pers Pen Koops TNI Habema, Sabtu.

Riyanto tidak menjelaskan apakah kontak tembak tersebut menimbulkan korban jiwa. Namun, tim gabungan menemukan sejumlah barang bukti setelah memeriksa lokasi.

TNI Temukan Tujuh Senjata Api

Dalam pemeriksaan tersebut, tim gabungan menemukan tujuh pucuk senjata api. Jumlah itu terdiri atas dua senjata laras pendek dan lima senjata laras panjang.

Baca Juga :  Timwas DPR Ingatkan Risiko Perjalanan Jemaah Haji dari Muzdalifah ke Mina

Selain senjata api, prajurit juga mengamankan sejumlah amunisi, alat bidik, teropong, serta perlengkapan lainnya.

“Tim gabungan menemukan tujuh pucuk senjata api, terdiri atas dua senjata laras pendek dan lima senjata laras panjang, serta sejumlah amunisi, alat bidik, teropong, dan perlengkapan lainnya,” jelas Riyanto.

Saat ini, tim masih mengidentifikasi jenis dan kondisi seluruh senjata tersebut.

Riyanto menegaskan, setiap senjata yang berhasil diamankan dapat mengurangi potensi ancaman terhadap keselamatan masyarakat.

“Setiap senjata yang berhasil diamankan berarti berkurangnya potensi ancaman terhadap keselamatan manusia. Prajurit harus tetap tegas, profesional, dan terukur dalam menjalankan tugas, dengan mengutamakan perlindungan masyarakat,” tegas dia.

Kontak Tembak Sebelumnya Terjadi di Kali Braza

Sebelumnya, pasukan Koops TNI Habema juga terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Elkius Kobak.

Peristiwa tersebut berlangsung di Kali Braza, Kampung Kimbule, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga :  Akhir Mei 2026 Masih Bisa Cair, Ini 3 Bansos hingga Rp1,8 Juta yang Sedang Disalurkan

Riyanto menjelaskan, prajurit mendatangi kawasan tersebut setelah menerima informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata. Mereka menduga kelompok itu menggunakan lokasi tersebut sebagai tempat persinggahan.

Saat memeriksa sebuah bangunan kayu, personel TNI melihat dua orang yang kemudian menjauh dari lokasi.

“Setelah diberikan peringatan, situasi berkembang menjadi kontak tembak singkat akibat adanya tembakan dari arah kelompok bersenjata,” kata Riyanto dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).

Kontak tembak tersebut berakhir tanpa korban jiwa maupun luka-luka dari kedua pihak.

Setelah situasi terkendali, prajurit memeriksa lokasi dan menemukan berbagai barang yang kelompok bersenjata tinggalkan.

Barang bukti tersebut meliputi satu senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, pistol airsoft gun, alat bidik teleskop, dan amunisi.

Prajurit juga menemukan senjata tajam, busur dan anak panah, perangkat komunikasi, dokumen, serta perlengkapan lainnya. (se*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Isma Yatun Kembali Pimpin BPK, Budi Prijono Resmi Jadi Wakil Ketua
Tambang Emas Ilegal Rusak 119 Hektare Hutan TNKS, Satgas PKH Buru Jaringan Pemodal
Ahrie Sonta Siap Buka-bukaan soal Dugaan Penyadapan Prabowo, Kuasa Hukum Pastikan Kooperatif
Biaya Dapur MBG Dipangkas Jadi Rp 3.000 per Porsi, BGN Tegaskan Gaji Pengawas Aman
PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu Mulai Januari 2027, Ini Daftar Profesinya
11 Dubes Negara Sahabat Temui Prabowo di Istana, Ada Perwakilan Jepang hingga Vatikan
BGN Ungkap Jumlah Relawan SPPG untuk Program MBG, Dapur 3.000 Porsi Butuh 47 Orang
Gugatan ke MK Minta Pembalut Bebas PPN 11 Persen, Ini Alasan Pemohon
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:09 WIB

Isma Yatun Kembali Pimpin BPK, Budi Prijono Resmi Jadi Wakil Ketua

Sabtu, 7 November 2026 - 17:09 WIB

Tambang Emas Ilegal Rusak 119 Hektare Hutan TNKS, Satgas PKH Buru Jaringan Pemodal

Sabtu, 7 November 2026 - 15:09 WIB

Ahrie Sonta Siap Buka-bukaan soal Dugaan Penyadapan Prabowo, Kuasa Hukum Pastikan Kooperatif

Sabtu, 7 November 2026 - 14:09 WIB

Biaya Dapur MBG Dipangkas Jadi Rp 3.000 per Porsi, BGN Tegaskan Gaji Pengawas Aman

Sabtu, 7 November 2026 - 11:09 WIB

PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu Mulai Januari 2027, Ini Daftar Profesinya

Berita Terbaru