Banjir Padang Pariaman Rendam 81 Rumah dan 20 Hektare Sawah, BNPB Ungkap Kondisi Terkini

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 November 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, APGtimes.com — Hujan deras disertai angin kencang memicu banjir di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Bencana tersebut merendam 81 rumah warga dan 20 hektare lahan pertanian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hujan mulai mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (6/11/2026) sore. Curah hujan tinggi membuat Sungai Batang Kaumuan, Batang Gasan, dan Batang Paingan meluap.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan dampak banjir tersebut.

“Luapan sungai memicu banjir yang merendam sekitar 81 unit rumah warga, dua fasilitas ibadah, 20 hektare lahan pertanian,” ucap Berton melalui keterangan tertulis, Sabtu (7/11/2026).

Baca Juga :  Banjir Aceh Barat Meluas, 43 Gampong Terendam dan Dua Jembatan Gantung Rusak Berat

Banjir Sempat Ganggu Akses Jalan

Selain merendam permukiman dan lahan pertanian, banjir sempat mengganggu akses jalan Provinsi Padang–Pasaman Barat.

Gangguan lalu lintas tersebut terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman.

“Serta sempat mengganggu akses jalan Provinsi Padang–Pasaman Barat di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Padang Pariaman,” jelas Berton.

Meski demikian, BNPB tidak menerima laporan warga mengungsi akibat banjir tersebut.

Genangan Mulai Surut, Warga Bersihkan Lumpur

Berton mengatakan kondisi banjir kini berangsur membaik. Hujan telah reda dan genangan air mulai surut.

Baca Juga :  Mahfud MD Kritik Penegakan Hukum, Singgung Kasus Tom Lembong hingga Nadiem

Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan juga kembali normal. Sementara itu, warga mulai membersihkan lumpur yang tersisa di lingkungan mereka.

Meski kondisi berangsur pulih, warga masih membutuhkan sejumlah bantuan mendesak.

“Meskipun tidak ada warga yang mengungsi, kebutuhan mendesak seperti terpal, selimut, kasur, kit kebersihan, kit keluarga, dan sembako sangat dibutuhkan,” katanya.

“Kondisi mutakhir menunjukkan hujan telah reda, banjir surut, arus lalu lintas kembali normal, dan masyarakat mulai membersihkan sisa material lumpur,” ungkapnya. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DEN Ungkap Dampak Kualitas Menu MBG terhadap Semangat Belajar Siswa
Ombudsman Temukan Jalur Belakang Lapas Cibinong Tanpa Pagar, Ada 2 Mobil Mewah
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, 6 Pesawat Jambi Dialihkan ke Palembang
Kabut Asap Selimuti Palembang, Dedi Mulyadi Soroti 1.142 Hotspot Karhutla
Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Diduga Dibakar Pemburu Liar
Bank Indonesia Buka PCPM Angkatan 41, Lulusan S1 dan S2 Bisa Daftar
Harga Pertamax Hari Ini 11 Juli 2026 Tetap, Berikut Daftar Tarif di Seluruh Indonesia
Massa Demo di DPRD Jambi, Ivan Wirata Dukung MBG Tetap Lanjut
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 20:09 WIB

Banjir Padang Pariaman Rendam 81 Rumah dan 20 Hektare Sawah, BNPB Ungkap Kondisi Terkini

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:09 WIB

DEN Ungkap Dampak Kualitas Menu MBG terhadap Semangat Belajar Siswa

Rabu, 30 September 2026 - 11:09 WIB

Ombudsman Temukan Jalur Belakang Lapas Cibinong Tanpa Pagar, Ada 2 Mobil Mewah

Selasa, 1 September 2026 - 22:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, 6 Pesawat Jambi Dialihkan ke Palembang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Kabut Asap Selimuti Palembang, Dedi Mulyadi Soroti 1.142 Hotspot Karhutla

Berita Terbaru