Jakarta, APGtimes.com – Sebanyak 638 prajurit TNI berangkat ke Republik Demokratik Kongo untuk menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ratusan personel tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Gerak Cepat (Satgas BGC) TNI Kontingen Garuda 39-H MONUSCO Tahun Anggaran 2026. Upacara pemberangkatan berlangsung di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (22/9/2026).
Asisten Operasi Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun memimpin upacara tersebut mewakili Panglima TNI. Penugasan ini menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Kongo.
Jalankan Mandat PBB di Kongo
Panglima TNI meminta seluruh prajurit memahami mandat yang berlaku dalam misi MONUSCO. Personel juga harus menjalankan tugas berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) dan Rules of Engagement (ROE).
Selain itu, prajurit harus menjaga kesiapsiagaan, disiplin, serta profesionalisme selama menjalankan tugas. Kondisi keamanan di wilayah misi yang dinamis juga menuntut personel untuk terus memperhatikan perkembangan situasi.
TNI juga menekankan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) dan hukum humaniter internasional selama pelaksanaan misi.
Fokus Lindungi Masyarakat Sipil
Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO akan mendukung pemeliharaan perdamaian dan stabilitas keamanan di Republik Demokratik Kongo.
Selain menjaga stabilitas, satgas tersebut memiliki mandat untuk mendukung perlindungan masyarakat sipil sesuai ketentuan PBB dan aturan dalam misi MONUSCO.
TNI menyebut penugasan 638 prajurit tersebut sekaligus menjadi bagian dari diplomasi militer Indonesia di tingkat internasional. Melalui misi tersebut, Indonesia kembali berkontribusi dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB. (ys*)








