Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Farhan Haq, menjelaskan bahwa Guterres akan membahas penguatan kemitraan Indonesia dan PBB dalam sistem multilateral. Selain itu, ia akan memberikan penghormatan kepada personel Indonesia yang gugur saat menjalankan misi perdamaian internasional.
Dalam konferensi pers pada Jumat (16/10/2026), Farhan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi PBB untuk mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Guterres Kunjungi Pusat Misi Perdamaian TNI
Salah satu agenda utama Guterres adalah mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI). Di sana, ia akan bertemu dengan personel Indonesia yang bersiap menjalankan misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.
Para personel tersebut akan bergabung dalam United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA). Misi ini bertujuan mendukung stabilitas dan menjaga perdamaian di negara tersebut.
Selain bertemu dengan personel yang segera berangkat, Guterres akan meletakkan karangan bunga di monumen peringatan bagi 50 personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat bertugas di bawah bendera PBB.
Melalui agenda tersebut, Guterres memberikan penghormatan atas pengabdian personel Indonesia dalam misi perdamaian internasional.
Sekjen PBB Berpidato di Kementerian Luar Negeri
Selama berada di Jakarta, Guterres juga akan menyampaikan pidato di Kementerian Luar Negeri. Ia akan membahas masa depan multilateralisme dan pentingnya kerja sama antarnegara dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Di tengah konflik dan ketegangan internasional, kerja sama multilateral berperan penting dalam mendorong dialog serta mencari solusi bersama. Karena itu, kunjungan Guterres menjadi momentum bagi Indonesia dan PBB untuk memperkuat komunikasi diplomatik.
Selain mempererat hubungan bilateral, kedua pihak dapat mendorong kerja sama internasional untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.
Polda Metro Jaya Antisipasi Rekayasa Lalu Lintas
Seiring dengan kunjungan tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat mengantisipasi rekayasa lalu lintas pada 17–19 Oktober 2026.
Melalui akun Instagram @tmcpoldametro, kepolisian meminta pengendara menyesuaikan waktu keberangkatan. Imbauan ini bertujuan membantu masyarakat menghindari keterlambatan akibat pergerakan rombongan tamu negara.
Petugas akan menutup jalan secara situasional ketika rombongan melintas. Setelah seluruh kendaraan melewati lokasi, petugas akan membuka kembali akses lalu lintas.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memantau informasi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas. Pengendara juga sebaiknya menyiapkan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.
Daftar Jalan yang Berpotensi Terdampak
Kepolisian menyebut sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami pengaturan lalu lintas selama kunjungan berlangsung. Berikut daftar jalan tersebut:
-
Jalan Bandara Soekarno-Hatta
-
Jalan Gatot Subroto
-
Jalan Jenderal Sudirman
-
Jalan MH Thamrin
-
Jalan Medan Merdeka Selatan
-
Jalan Medan Merdeka Timur
-
Jalan Perwira
-
Jalan Taman Pejambon
-
Jalan MH Thamrin Sentul
-
Jalan Bukit Sentul
-
Jalan Raya Cijayanti
-
Jalan Babakan–Bojong Koneng
-
Jalan Gunung Batu
-
Jalan Prabowo–Cisadon
-
Jalan Raya Sirkuit Sentul
-
Jalan Anyar
Namun, daftar tersebut tidak berarti seluruh ruas jalan akan tutup sepanjang hari. Petugas akan menyesuaikan pengaturan dengan pergerakan rombongan dan kondisi lalu lintas di lapangan.
Dengan demikian, Polda Metro Jaya meminta pengendara mematuhi arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif jika diperlukan. Masyarakat juga sebaiknya menyediakan waktu perjalanan tambahan agar aktivitas tetap berjalan lancar selama kunjungan resmi Sekjen PBB. (de*)









