Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, pemerintahnya menyampaikan tawaran tersebut saat kunjungan resmi ke Jakarta pada bulan sebelumnya. Dalam kunjungan itu, Ahmad Zahid bertemu Presiden Prabowo Subianto dan perwakilan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (Nadma) bersama Kementerian Luar Negeri Malaysia juga telah mengirimkan surat kepada mitra mereka di Indonesia untuk menindaklanjuti tawaran bantuan.
“Penawaran itu kami lakukan dengan tulus, tetapi belum ada respons terhadap tawaran kami untuk membantu mereka,” kata Ahmad Zahid pada Minggu (11/10/2026), seperti dilaporkan Scoop.
Malaysia Siagakan Pesawat dan Helikopter
Ahmad Zahid mengatakan Malaysia tetap menghormati keputusan Indonesia terkait penanganan karhutla. Ia memilih berprasangka baik dan membuka kemungkinan bahwa Indonesia belum membutuhkan bantuan tambahan.
“Kami mengambil pandangan positif bahwa mungkin mereka tidak membutuhkan bantuan kami. Kami tetap optimistis dan menganggap yang terbaik,” ujar Ahmad Zahid, seperti dikutip Malay Mail.
Pemerintah Malaysia masih menyiagakan aset pemadam kebakaran yang mereka tawarkan. Namun, pengerahan pesawat, helikopter, dan personel ke wilayah Indonesia tetap menunggu tanggapan resmi dari Jakarta.
Sementara itu, juru bicara pemerintah Malaysia Fahmi Fadzil menyatakan Kabinet Malaysia belum menerima perkembangan terbaru dari Kementerian Luar Negeri maupun Nadma mengenai tawaran tersebut.
Fahmi mengatakan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah berkomunikasi langsung dengan Prabowo untuk membahas kondisi kabut asap. Ia berharap hubungan baik kedua negara dapat membantu memperlancar komunikasi lanjutan.
Indonesia Kerahkan Lebih dari 60.000 Personel
Meski belum ada keputusan terkait tawaran bantuan Malaysia, komunikasi diplomatik kedua negara terus berlangsung.
Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan. Dalam pembicaraan tersebut, Arrmanatha menjelaskan langkah pemerintah Indonesia untuk menangani karhutla.
“Kami telah mengerahkan lebih dari 60.000 personel. Ini memang menjadi tantangan karena kondisi cuaca saat ini tidak berpihak kepada kami, tetapi kami berharap situasi segera membaik karena hujan diperkirakan akan turun,” kata Arrmanatha.
Pemerintah Indonesia menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca kering yang menyulitkan petugas memadamkan api di sejumlah wilayah. Karena itu, perubahan cuaca yang membawa hujan diharapkan dapat membantu operasi pemadaman.
Sebelumnya, Anwar Ibrahim juga menghubungi Prabowo untuk membahas memburuknya kabut asap yang berdampak pada kawasan sekitar.
Menunggu Tindak Lanjut Kedua Negara
Tawaran Malaysia mencakup dukungan udara dan personel untuk memperkuat operasi pemadaman di wilayah terdampak. Bantuan tersebut berpotensi menambah kemampuan penanganan karhutla apabila kedua pemerintah menyepakati pengerahannya.
Namun, hingga Ahmad Zahid menyampaikan pernyataan pada 11 Oktober 2026, Malaysia masih menunggu jawaban resmi Indonesia. Pemerintah Malaysia belum menyatakan bahwa Indonesia menolak tawaran tersebut.
Kedua negara kini masih memiliki ruang untuk melanjutkan pembahasan melalui jalur diplomatik. Di sisi lain, Indonesia terus mengerahkan personel untuk menangani kebakaran di Sumatera dan Kalimantan, sementara pemerintah berharap hujan dapat membantu mengurangi titik api dan dampak kabut asap. (ys*)









