Teheran, APGtimes.com – Mantan Presiden Iran Hassan Rouhani meminta pemerintah melibatkan rakyat dalam menentukan arah perang dengan Amerika Serikat (AS), apakah konflik perlu berlanjut atau segera berakhir.
Rouhani menyampaikan pandangan tersebut saat bertemu sejumlah mantan gubernur provinsi. Pernyataan itu kemudian ditafsirkan sejumlah pengamat politik sebagai dorongan untuk menggelar pemungutan suara atau referendum mengenai kelanjutan perang.
Menurut Rouhani, pemerintah harus lebih dulu merumuskan tujuan dan kepentingan nasional Iran secara jelas. Setelah itu, pemerintah perlu menyampaikan rencana tersebut kepada masyarakat dan memberi mereka kesempatan untuk menentukan pilihan.
“Hal yang sangat penting adalah kerangka tujuan nasional kita jelas bagi kita terlebih dahulu, kemudian kita sampaikan kepada rakyat,” kata Rouhani seperti dikutip The Telegraph, Senin (7/9/2026).
Rouhani Buka Opsi Penghentian Perang
Rouhani menggambarkan kemungkinan pemerintah mengajak rakyat menentukan apakah Iran perlu melanjutkan perang dalam jangka panjang.
“Kita katakan kepada rakyat: rencana kita adalah berperang melawan kekuatan-kekuatan besar dunia selama 20 tahun lagi. Jika rakyat mengatakan mereka menerimanya, sangat baik, mari kita lanjutkan,” ujarnya.
Namun, ia juga membuka pilihan lain jika mayoritas masyarakat menginginkan penghentian konflik.
Rouhani menilai Iran perlu mengakhiri perang secara terhormat apabila gencatan senjata sesuai dengan kehendak mayoritas rakyat. Langkah tersebut, menurut dia, dapat membantu Iran memulihkan kerusakan akibat perang.
Selain itu, penghentian konflik juga dapat memberikan harapan baru kepada investor dan generasi muda Iran.
Rouhani Soroti Suara Kelompok Kecil
Rouhani juga mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap kelompok yang paling lantang berbicara sebagai representasi seluruh rakyat Iran.
“Sebagian kecil yang sekarang memegang pengeras suara dan membuat keributan bukanlah mayoritas masyarakat Iran,” kata dia.
Karena itu, Rouhani mendorong pemerintah mendengar suara masyarakat secara lebih luas sebelum menentukan kebijakan terkait perang.
Kritik Media Pemerintah Iran
Selain membahas perang, Rouhani mengkritik lembaga penyiaran nasional Iran. Ia menilai lembaga tersebut terlalu banyak menampilkan pandangan kelompok garis keras dan suara militer.
Rouhani memperingatkan kondisi tersebut dapat membuat media nasional kehilangan pemirsa. Menurut dia, lembaga penyiaran yang justru memperbesar perpecahan akan semakin jauh dari masyarakat.
Ia menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena media pemerintah memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Kelompok Garis Keras Menentang Rouhani
Seruan Rouhani mendapat penolakan dari kelompok garis keras di Iran. Kelompok tersebut selama ini mendorong sikap keras terhadap Washington dan mendukung kelanjutan perang melawan AS.
Perbedaan pandangan itu menunjukkan adanya perdebatan di dalam negeri Iran mengenai arah konflik, termasuk apakah perang harus terus berlangsung atau pemerintah perlu mencari jalan menuju penghentian pertempuran. (de*)









