Prabowo Siapkan 200 Pompa Air untuk Karhutla, Pangdam Kalteng Awalnya Minta 50 Unit

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat berpidato. Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan ketidaksetujuannya terhadap paham ekonomi neoliberal.(Dok Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto saat berpidato. Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan ketidaksetujuannya terhadap paham ekonomi neoliberal.(Dok Sekretariat Presiden)

Jakarta, APGtimes.com – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan 200 unit pompa air untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Prabowo mengambil langkah ini setelah Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen Zainul Arifin meminta tambahan 50 pompa alkon untuk membantu petugas di lapangan.

Prabowo membahas penanganan karhutla bersama sejumlah menteri dan pejabat terkait dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dalam rapat tersebut, Zainul menjelaskan bahwa kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian dunia. Kawasan konservasi itu menarik banyak wisatawan mancanegara, sehingga pemerintah perlu mempercepat upaya pemadaman.

“Setahun ini sudah 66.000, Bapak, wisatawan mancanegara. Oleh karena itu memang kita harus fokus untuk memberantas karhutla ini,” ujar Zainul.

Medan Rawa Menyulitkan Petugas

Zainul menyebut petugas menghadapi tantangan besar saat memadamkan api di Taman Nasional Tanjung Puting. Titik kebakaran tersebar di sejumlah lokasi yang memiliki medan rawa dan sulit dijangkau kendaraan besar.

Karena mobil pemadam tidak dapat memasuki area tertentu, petugas membutuhkan pompa air berukuran kecil agar bisa menjangkau titik api.

Baca Juga :  Gubernur Kalsel Siapkan Bonus untuk Warga yang Laporkan Pelaku Karhutla

Selain menghadapi medan berat, petugas juga harus mewaspadai satwa liar yang hidup di kawasan tersebut.

“Bukan hanya orang utan saja, Bapak, yang ada di dalam, itu masih banyak binatang-binatang buas, Bapak, termasuk buaya itu juga masih ada, ular dan sebagainya,” kata Zainul.

Kondisi itu membuat petugas harus berhati-hati ketika memasuki lokasi kebakaran. Mereka juga membutuhkan peralatan yang mudah dibawa untuk mendukung operasi pemadaman.

Pangdam Ajukan Tambahan 50 Pompa Alkon

Zainul menjelaskan bahwa petugas kini membutuhkan tambahan pompa alkon, yaitu pompa air bermesin bensin atau solar. Peralatan ini membantu petugas mengalirkan air ke titik api yang tidak dapat dijangkau mobil pemadam.

Menurut Zainul, petugas masih menggunakan pompa bantuan sebelumnya untuk memadamkan api dan mendinginkan sejumlah lokasi. Akibatnya, kebutuhan pompa tambahan tetap mendesak.

“Kami hanya ada kekurangan satu, Bapak. Karena memang mobil itu tidak bisa masuk, kita hanya kekurangan pompa-pompa kecil,” ujar Zainul.

Ia juga menjelaskan bahwa persediaan pompa alkon di Kalimantan masih terbatas. Petugas terkadang harus mendatangkan peralatan dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan operasi.

Baca Juga :  Penanganan Karhutla Jadi Bahasan Kapolri dan Jaksa Agung, Penyidikan hingga Penuntutan Disorot

Zainul telah berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah guna menyiapkan tambahan pompa. Ia berharap pemerintah daerah segera mengirimkan peralatan tersebut ke lokasi yang membutuhkan.

Prabowo Siapkan Empat Kali Lipat dari Permintaan

Prabowo menyiapkan 200 unit pompa air untuk mendukung petugas menangani karhutla. Jumlah itu mencapai empat kali lipat dari permintaan awal Pangdam XXII/Tambun Bungai.

Tambahan peralatan tersebut dapat membantu petugas menjangkau titik api di kawasan rawa dan lokasi lain yang sulit dilalui kendaraan besar.

Petugas juga membutuhkan pasokan air untuk mendinginkan lahan setelah memadamkan api. Proses pendinginan membantu mengurangi risiko bara tersisa yang dapat memicu kebakaran kembali.

Pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla melalui dukungan peralatan sesuai kebutuhan lapangan. Di Taman Nasional Tanjung Puting, pompa portabel menjadi perlengkapan penting untuk membantu petugas menghadapi medan sulit sekaligus menjaga keselamatan selama operasi pemadaman. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru