Televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan bahwa Arab Saudi menyerang fasilitas minyak di Al-Sabaha, kawasan di sebelah barat Sanaa. Seorang koresponden AFP yang berada di ibu kota Yaman juga mengaku mendengar suara ledakan di wilayah tersebut.
“Agresi Saudi menargetkan perusahaan minyak di Al-Sabaha, sebelah barat Sanaa,” demikian laporan Al-Masirah.
Sebelum laporan serangan itu muncul, koalisi pimpinan Arab Saudi telah memperingatkan warga sipil agar meninggalkan fasilitas Al-Sabaha yang dikelola Yemen Petroleum Company (YPC).
Peringatan tersebut menyusul serangkaian serangan mematikan yang dilakukan kelompok Houthi di Arab Saudi, terutama terhadap bandara di Riyadh. Perkembangan ini menambah ketegangan di kawasan dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil.
Warga Sanaa Khawatir Pasokan BBM Terganggu
Peringatan evakuasi di sekitar fasilitas minyak Al-Sabaha membuat warga khawatir akan terjadi kelangkaan BBM. Menurut laporan AFP, sejumlah warga langsung mendatangi stasiun pengisian bahan bakar dan mengantre setelah mengetahui peringatan tersebut.
Kondisi ini menunjukkan kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan gangguan distribusi energi apabila konflik semakin meluas. Pasokan BBM berperan penting dalam menunjang transportasi dan berbagai aktivitas sehari-hari warga.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, YPC meminta masyarakat tetap tenang. Perusahaan itu menyatakan telah menyiapkan langkah pencegahan untuk menghadapi keadaan darurat sekaligus menjaga pemenuhan kebutuhan bahan bakar.
YPC juga menegaskan bahwa fasilitas Al-Sabaha saat ini tidak menyimpan stok produk minyak bumi. Karena itu, menurut perusahaan, serangan terhadap fasilitas tersebut tidak akan memengaruhi persediaan BBM maupun rantai pasokannya.
“Fasilitas Al-Sabaha saat ini tidak menyimpan stok produk minyak bumi apa pun. Oleh sebab itu, serangan terhadap fasilitas tersebut tidak akan memengaruhi stok bahan bakar maupun rantai pasokan,” demikian pernyataan YPC.
YPC Pastikan Stok BBM Berada di Lokasi Aman
Selain memastikan kondisi fasilitas Al-Sabaha, YPC menyebut telah menempatkan persediaan BBM untuk kebutuhan masyarakat di sejumlah fasilitas dan lokasi yang aman.
Perusahaan tersebut menyatakan jumlah persediaan masih mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat dalam jangka waktu yang lama. Dengan demikian, YPC berupaya meredakan kepanikan warga di tengah situasi keamanan yang belum menentu.
Meski begitu, laporan serangan terhadap fasilitas minyak tersebut tetap menjadi perhatian karena muncul di tengah aksi saling serang antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Perkembangan konflik berpotensi memengaruhi rasa aman masyarakat dan meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi.
Hingga laporan tersebut disampaikan, informasi mengenai serangan di Al-Sabaha berasal dari media yang dikelola Houthi, sedangkan koresponden AFP melaporkan mendengar ledakan di Sanaa. Sementara itu, YPC menyatakan fasilitas tersebut tidak menyimpan stok minyak dan persediaan BBM masyarakat berada di lokasi lain yang aman. (de*)









