Brasilia, APGtimes.com – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan akan meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak ikut campur dalam pemilihan umum Brasil saat keduanya berada di New York untuk Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Lula dijadwalkan menyampaikan pidato pada Selasa (22/9/2026) dalam agenda tahunan para pemimpin dunia di New York. Ia mengatakan akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung pesannya kepada Trump jika keduanya bertemu.
“Saya akan pergi ke pertemuan PBB untuk berbicara dengan Trump dan mengatakan kepadanya, jangan ikut campur dalam pemilihan di Brasil,” kata Lula, dikutip dari AFP.
Lula menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri kegiatan kampanye di Ceilandia, kawasan kelas pekerja di Brasilia.
Belum Ada Agenda Pertemuan Bilateral Lula-Trump
Meski Lula membuka kemungkinan bertemu Trump, pemerintah Brasil belum menjadwalkan pertemuan bilateral khusus antara kedua presiden.
Pejabat Kementerian Luar Negeri Brasil Carlos Bicalho Cozendey mengatakan kedua pemimpin mungkin bertemu di sela-sela Majelis Umum PBB, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Dengan demikian, belum ada kepastian bahwa Lula dan Trump akan menggelar pembicaraan resmi secara khusus.
Hubungan Brasil dan AS Memanas karena Tarif
Hubungan Brasil dan pemerintahan Trump kembali menghadapi ketegangan setelah Amerika Serikat memberlakukan tarif baru terhadap produk Brasil.
Lula sebelumnya menilai kebijakan tarif tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap Brasil menjelang pemilihan umum. Reuters juga melaporkan bahwa kebijakan tarif AS telah masuk dalam dinamika politik menjelang pemilu Brasil pada Oktober 2026.
Kedua negara sebelumnya sempat memperbaiki hubungan melalui pembicaraan langsung antara Lula dan Trump pada Mei 2026. Namun, persoalan tarif dan isu politik Brasil kembali memengaruhi hubungan kedua negara.
Pemilu Brasil Digelar Oktober 2026
Pemilihan umum Brasil akan berlangsung pada Oktober 2026. Senator Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, menjadi salah satu kandidat yang bersaing dengan Lula.
Reuters melaporkan bahwa isu hubungan dengan Amerika Serikat dan kebijakan tarif menjadi bagian dari dinamika kampanye menjelang pemilu tersebut.
Karena itu, pernyataan Lula mengenai kemungkinan campur tangan asing muncul ketika hubungan Brasil-AS dan persaingan politik domestik sama-sama menjadi perhatian. (aw*)









