Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Rusia Vladimir Putin(YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Rusia Vladimir Putin(YouTube Sekretariat Presiden)

Moskow, APGtimes.com – Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui usulan Perdana Menteri Mikhail Mishustin untuk merombak sejumlah posisi dalam kabinet pemerintahan pada Senin (19/10/2026). Perubahan tersebut mencakup rencana pengangkatan Menteri Keuangan Anton Siluanov sebagai wakil perdana menteri serta pergantian pejabat di sektor transportasi.

Perombakan ini berlangsung ketika Rusia menghadapi tekanan ekonomi, termasuk peningkatan defisit anggaran, kenaikan pajak, dan suku bunga yang masih relatif tinggi. Meski demikian, perubahan susunan kabinet tersebut masih memerlukan persetujuan parlemen sebelum berlaku.

Anton Siluanov Diusulkan Jadi Wakil Perdana Menteri

Salah satu perubahan utama dalam usulan Mishustin ialah penunjukan Anton Siluanov sebagai wakil perdana menteri. Siluanov tetap akan menjabat sebagai menteri keuangan sehingga ia direncanakan memegang dua posisi sekaligus.

Siluanov telah memimpin Kementerian Keuangan Rusia sejak 2011. Pengalamannya mengelola kebijakan fiskal menempatkannya dalam posisi penting ketika pemerintah menghadapi tekanan terhadap anggaran negara.

Baca Juga :  Australia Resmi Larang Penjualan Daun Kelor, Petani Protes dan Ajukan Banding ke Pemerintah

Melalui usulan tersebut, pemerintah Rusia merencanakan penambahan tanggung jawab Siluanov dalam koordinasi pemerintahan. Namun, parlemen masih harus menyetujui pengangkatannya sebelum perubahan itu dapat berjalan.

Andrei Nikitin Diusulkan Mengisi Jabatan Wakil Perdana Menteri

Perombakan kabinet juga menyentuh jajaran pejabat yang menangani sektor transportasi. Menteri Transportasi Rusia Andrei Nikitin diusulkan untuk menduduki jabatan wakil perdana menteri.

Dalam posisi tersebut, Nikitin akan mengawasi sejumlah bidang, termasuk pengembangan sektor transportasi Rusia. Perubahan ini menjadi bagian dari penataan tanggung jawab di tingkat pemerintahan.

Sementara itu, pemerintah mengusulkan Dmitry Yadrov untuk menggantikan Nikitin sebagai menteri transportasi. Pengangkatan Yadrov juga menjadi bagian dari rangkaian perubahan jabatan yang diajukan Mishustin.

Baca Juga :  Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Perombakan Berlangsung di Tengah Tekanan Ekonomi

Rencana perubahan kabinet muncul ketika pemerintah Rusia menghadapi sejumlah tantangan ekonomi. Defisit anggaran yang meningkat menambah tekanan terhadap pengelolaan keuangan negara, sementara kenaikan pajak dan suku bunga yang relatif tinggi turut memengaruhi aktivitas ekonomi.

Dalam situasi tersebut, posisi menteri keuangan memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan fiskal. Karena itu, rencana menempatkan Siluanov sebagai wakil perdana menteri sekaligus mempertahankannya sebagai menteri keuangan menjadi salah satu perhatian utama dalam perombakan kabinet.

Meski Vladimir Putin telah menyetujui usulan Mishustin, proses politik belum sepenuhnya selesai. Parlemen Rusia masih perlu memberikan persetujuan agar perubahan jabatan tersebut dapat diberlakukan secara resmi. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Menhan Baru Iran Ancam AS, Balasan Besar Menanti jika Teheran Diserang Lagi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB