Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Api membakar bangunan balai kota setelah sekelompok orang memaksa masuk untuk memprotes kenaikan biaya hidup di Limoges, Perancis tengah, Sabtu (17/10/2026).(AFP/PASCAL LACHENAUD)

Api membakar bangunan balai kota setelah sekelompok orang memaksa masuk untuk memprotes kenaikan biaya hidup di Limoges, Perancis tengah, Sabtu (17/10/2026).(AFP/PASCAL LACHENAUD)

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan belum menerima laporan WNI yang terlibat atau terdampak demonstrasi ricuh di Perancis dan Italia. Pemerintah tetap meminta warga Indonesia di kedua negara meningkatkan kewaspadaan selama situasi keamanan belum stabil.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa KBRI Paris dan KBRI Roma terus memantau perkembangan situasi serta menjalin komunikasi dengan warga Indonesia.

“Hingga saat ini, KBRI Paris dan KBRI Roma belum menerima laporan mengenai adanya WNI yang terlibat maupun terdampak akibat demonstrasi tersebut,” ujar Heni, Senin (19/10/2026).

KBRI Paris dan Roma Imbau WNI Berhati-hati

KBRI Paris dan KBRI Roma telah mengingatkan WNI di wilayah kerja masing-masing agar berhati-hati dalam beraktivitas. Kedua perwakilan diplomatik itu meminta warga memantau informasi resmi dari otoritas setempat.

Selain itu, WNI perlu menjauhi lokasi demonstrasi dan kerumunan massa. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko ketika aksi massa berkembang menjadi kerusuhan.

Heni juga meminta warga Indonesia menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi keamanan terkini. Demonstrasi berpotensi mengganggu transportasi umum dan menghambat mobilitas masyarakat.

Baca Juga :  Imigrasi Ungkap Modus Perekrutan WNI ke Rusia, Tawaran Kerja Diduga Jadi Jebakan

WNI harus mengikuti arahan petugas keamanan setempat. Sementara itu, KBRI Paris dan KBRI Roma akan terus memantau perkembangan situasi serta menjaga komunikasi dengan masyarakat Indonesia.

Nomor Darurat WNI di Perancis dan Italia

Kementerian Luar Negeri meminta WNI menyimpan nomor hotline perwakilan Indonesia untuk mengantisipasi keadaan darurat.

Berikut nomor kontak yang dapat digunakan:

  • KBRI Paris, Perancis: +33-6-2112-2109

  • KBRI Roma, Italia: +39-338-954-2333

WNI dapat menghubungi nomor tersebut jika menghadapi keadaan darurat atau membutuhkan bantuan selama berada di kedua negara.

Demonstrasi Perancis Libatkan Ratusan Ribu Orang

Laporan The Telegraph menyebut sekitar 550.000 orang mengikuti demonstrasi di Perancis. Dari jumlah tersebut, sekitar 110.000 orang turun ke jalan di Paris.

Aksi massa melibatkan gerakan rompi kuning, serikat pekerja, dan kelompok mahasiswa. Gelombang protes bermula dari aksi pelajar yang berlangsung selama tiga pekan.

Para pelajar memprotes kekurangan tenaga pengajar dan memburuknya kondisi sekolah menengah di kawasan pinggiran Paris. Situasi kemudian memanas setelah sejumlah pihak membakar beberapa sekolah.

Baca Juga :  Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb

Seruan di media sosial mendorong demonstran di berbagai wilayah menghidupkan kembali gerakan rompi kuning. Gerakan yang muncul pada 2018 itu sebelumnya memprotes kenaikan biaya hidup.

Dalam perkembangannya, aksi tersebut menarik dukungan dari berbagai kelompok pekerja. Perawat, guru, petani, pengemudi taksi, serta aktivis lingkungan turut bergabung dalam gelombang protes.

Sebanyak 1.200 Orang Ditangkap dalam Kerusuhan

Laporan AFP mencatat sedikitnya 1.200 orang ditangkap selama rangkaian demonstrasi di Perancis. Aksi tersebut juga menyebabkan sekitar 150 anggota kepolisian mengalami luka-luka.

Gelombang protes kemudian meluas ke Italia dan memicu demonstrasi serupa. Perkembangan ini mendorong KBRI Paris dan KBRI Roma meningkatkan pemantauan terhadap kondisi WNI.

Kementerian Luar Negeri mengingatkan warga Indonesia agar menjauhi titik kerusuhan, mengikuti informasi resmi, dan mematuhi arahan petugas keamanan.

Pemerintah juga meminta WNI segera menghubungi perwakilan Indonesia melalui hotline yang tersedia jika membutuhkan bantuan darurat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Menhan Baru Iran Ancam AS, Balasan Besar Menanti jika Teheran Diserang Lagi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB