Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan putri, Kim Ju Ae (kedua dari kanan) saat melihat-lihat baju di pameran pakaian dan alas kaki di Pyongyang, 19 Oktober 2026. (KCNA/KNS via AFP)

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan putri, Kim Ju Ae (kedua dari kanan) saat melihat-lihat baju di pameran pakaian dan alas kaki di Pyongyang, 19 Oktober 2026. (KCNA/KNS via AFP)

Pyongyang, APGtimes.com – Kim Jong Un menghadiri Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 di Pyongyang, Senin (19/10/2026). Kemunculan pemimpin Korea Utara itu menjadi sorotan setelah rumor tentang kematian dan kondisi koma dirinya menyebar di media sosial.

Dalam acara tersebut, Kim membahas kemajuan industri ringan Korea Utara. Ia menyebut pameran itu sebagai gambaran perkembangan produksi dalam negeri yang mendukung kesejahteraan material dan budaya masyarakat.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) memberitakan kunjungan tersebut pada Selasa (20/10/2026) pagi waktu setempat. Foto yang dirilis kantor berita itu memperlihatkan Kim meninjau stan pameran bersama istri dan putrinya, Kim Ju Ae.

Kim Jong Un Soroti Perkembangan Industri Ringan

Kim menekankan peran industri ringan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia juga menyoroti kontribusi pabrik-pabrik yang pemerintah bangun melalui proyek pembangunan regional bertajuk 20×10.

Program tersebut bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah tertinggal. Pemerintah Korea Utara menjalankan program itu dengan mengembangkan fasilitas produksi dan memperkuat industri lokal.

Baca Juga :  Dua Delegasi Korea Utara di Asian Games Dilaporkan Cari Suaka di Jepang

Kim menilai perkembangan industri ringan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pameran tersebut juga menampilkan beragam produk dalam negeri sebagai bagian dari upaya pemerintah mengembangkan sektor industri.

Rumor Kematian Menyebar di Media Sosial

Sebelum Kim menghadiri pameran, sejumlah akun di platform X menyebarkan klaim bahwa dirinya meninggal dunia atau mengalami koma. Rumor tersebut mulai ramai pada Minggu (18/10/2026) dan berlanjut hingga Senin.

Setidaknya dua akun populer yang menentang Partai Komunis China mengklaim Kim mengalami gangguan kesehatan serius dan dibawa ke rumah sakit di Beijing, China. Namun, mereka tidak menyertakan bukti yang dapat diverifikasi.

Turkiye Today turut memberitakan rumor yang menyebut Kim mengalami koma akibat pendarahan otak. Kabar itu kemudian menarik perhatian pengguna media sosial dan sejumlah situs berita.

NK News Ungkap Dugaan Penyebaran Rumor oleh Bot

Analisis NK News menyebut aktivitas berbagi konten di media sosial kemungkinan memperluas rumor tersebut. Unggahan akun bot diduga ikut mendorong penyebaran klaim yang belum terverifikasi.

Baca Juga :  Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Sejumlah situs web dan tabloid kemudian mengulang kabar itu tanpa memeriksa kebenarannya melalui sumber tepercaya. Akibatnya, spekulasi mengenai kondisi Kim menyebar luas di berbagai platform.

Hingga Senin malam waktu Amerika Serikat, isu tersebut ramai dibicarakan di X dan Bluesky.

Kemunculan Kim di pameran memastikan bahwa ia tampil di hadapan publik pada 19 Oktober. Namun, penampilan tersebut tidak menjelaskan seluruh aspek kondisi kesehatannya.

Rumor Kesehatan Kim Pernah Muncul pada 2020

Spekulasi mengenai kesehatan Kim Jong Un juga mencuat pada 2020. Saat itu, seorang eksekutif perusahaan media terkemuka di Hong Kong menyebarkan kabar serupa hingga memicu pemberitaan luas.

Kim kemudian kembali tampil di hadapan publik setelah ketidakhadirannya menimbulkan berbagai dugaan.

Peristiwa terbaru ini kembali memperlihatkan bagaimana keterbatasan informasi dari Korea Utara memicu spekulasi mengenai pemimpinnya. Karena itu, masyarakat perlu memeriksa sumber berita dan bukti pendukung sebelum mempercayai klaim tentang kematian atau kondisi kesehatan seseorang. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Menhan Baru Iran Ancam AS, Balasan Besar Menanti jika Teheran Diserang Lagi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB