CNN, Politico, dan MS NOW Bawa Larangan Gedung Putih ke Pengadilan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara kepada media di South Lawn, Gedung Putih, Washington DC, 1 Mei 2026.(XINHUA/LI YUANQING)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara kepada media di South Lawn, Gedung Putih, Washington DC, 1 Mei 2026.(XINHUA/LI YUANQING)

Washington DC, APGtimes.com – Perselisihan antara pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah media nasional kini berlanjut ke pengadilan.

CNN, Politico, dan MS NOW mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Trump pada Senin (21/9/2026). Ketiganya meminta pengadilan memulihkan akses wartawan mereka ke kompleks Gedung Putih.

Langkah hukum itu muncul setelah Gedung Putih mencabut akses pers ketiga media tersebut. Wartawan mereka kemudian tidak dapat memasuki area Gedung Putih untuk menjalankan tugas peliputan.

Persoalkan Pencabutan Kredensial

Dalam gugatan, ketiga media mempersoalkan keputusan pemerintah yang mencabut kredensial wartawan tanpa pemberitahuan dan proses yang mereka anggap memadai.

CNN, Politico, dan MS NOW menyatakan kebijakan tersebut berkaitan dengan keberatan pemerintah terhadap pemberitaan mereka. Karena itu, mereka meminta perlindungan berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi AS yang menjamin kebebasan pers.

Mereka juga meminta pengadilan bertindak cepat agar wartawan dapat kembali menjalankan peliputan dari Gedung Putih.

Dampaknya Meluas ke Liputan Presiden

Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut tiga organisasi media.

Baca Juga :  12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia

CNN merupakan salah satu anggota kelompok televisi yang menyediakan rekaman bersama atau TV pool untuk kegiatan presiden. Sistem itu memungkinkan berbagai jaringan televisi memperoleh gambar dari agenda presiden ketika akses kamera terbatas.

Setelah CNN kehilangan akses, jaringan televisi yang tergabung dalam pool menghentikan sementara penyediaan liputan bersama untuk kegiatan presiden. Akibatnya, sejumlah agenda Trump tidak memiliki kamera televisi yang menyediakan rekaman untuk jaringan lain.

Situasi itu membuat sengketa akses pers berubah menjadi persoalan yang turut memengaruhi mekanisme peliputan kegiatan presiden.

Trump Sebut Larangan Berkaitan dengan Pemberitaan

Trump sebelumnya mengumumkan keputusan tersebut pada Jumat (18/9/2026).

Ia menyebut CNN, Politico, dan MS NOW sebagai media yang menurutnya menyebarkan pemberitaan yang tidak benar. Trump tidak menunjuk satu laporan tertentu sebagai dasar keputusan. Ia mengatakan kebijakan tersebut berkaitan dengan akumulasi pemberitaan selama beberapa tahun.

Baca Juga :  Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Pemerintah kemudian mempertahankan kebijakan itu dengan menyatakan akses khusus ke Gedung Putih bukan hak konstitusional yang otomatis dimiliki setiap organisasi media. Di sisi lain, ketiga media menilai pencabutan akses karena isi pemberitaan menimbulkan persoalan kebebasan pers.

Bukan Sengketa Pertama

Konflik antara pemerintahan Trump dan media juga pernah terjadi dengan Associated Press.

Pada 2026, pemerintahan Trump membatasi akses wartawan AP ke sejumlah area Gedung Putih setelah AP tetap menggunakan istilah “Teluk Meksiko”, sementara pemerintahan Trump mendorong penggunaan nama “Teluk Amerika”.

AP kemudian membawa persoalan tersebut ke pengadilan. Sengketa itu menjadi salah satu contoh sebelumnya mengenai pertentangan antara kebijakan pemerintah dan akses organisasi media ke kegiatan presiden.

Gugatan CNN, Politico, dan MS NOW kini menambah perkara hukum terkait hubungan pemerintahan Trump dengan media. Pengadilan akan menentukan bagaimana sengketa mengenai akses Gedung Putih dan perlindungan kebebasan pers tersebut diproses. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yu Zidi, 13 Tahun, Cetak Rekor Asian Games 2026 dan Raih Emas Renang
Nomor HP Meghan Markle Bocor di Media Usai Gabung Grup WhatsApp Orangtua Murid
Lula Akan Temui Trump di PBB, Minta AS Tak Ikut Campur Pemilu Brasil
Mekkah, Jeddah, dan Taif Dapat Alarm Serangan, Arab Saudi Langsung Cabut Peringatan
12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri
Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS
Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:09 WIB

CNN, Politico, dan MS NOW Bawa Larangan Gedung Putih ke Pengadilan

Senin, 21 September 2026 - 14:09 WIB

Yu Zidi, 13 Tahun, Cetak Rekor Asian Games 2026 dan Raih Emas Renang

Kamis, 17 September 2026 - 23:59 WIB

Nomor HP Meghan Markle Bocor di Media Usai Gabung Grup WhatsApp Orangtua Murid

Kamis, 17 September 2026 - 12:09 WIB

Lula Akan Temui Trump di PBB, Minta AS Tak Ikut Campur Pemilu Brasil

Rabu, 16 September 2026 - 16:09 WIB

Mekkah, Jeddah, dan Taif Dapat Alarm Serangan, Arab Saudi Langsung Cabut Peringatan

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara kepada media di South Lawn, Gedung Putih, Washington DC, 1 Mei 2026.(XINHUA/LI YUANQING)

Internasional

CNN, Politico, dan MS NOW Bawa Larangan Gedung Putih ke Pengadilan

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:09 WIB