Kapal Maersk Keluar Selat Hormuz dengan Pengawalan AS, Ini Fakta Lengkapnya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Selat Hormuz (Ft: AI)

Ilustrasi Selat Hormuz (Ft: AI)

APGtimes.comPerusahaan pelayaran global Maersk memastikan salah satu kapal komersialnya berhasil keluar dari Selat Hormuz dengan pengawalan militer Amerika Serikat tanpat insiden.

Kapal ALLIANCE FAIRFAX melintasi Selat Hormuz dan keluar dari Teluk Persia dengan aman di bawah perlindungan militer AS. Seluruh awak kapal selamat dan tidak mengalami luka.

Kapal tersebut dioperasikan oleh Farrell Lines, anak perusahaan Maersk Line. Pemerintah Amerika Serikat turut mengawal pelayaran melalui operasi keamanan khusus. Presiden AS saat itu, Donald Trump, juga mengumumkan inisiatif pengamanan kapal.

Pelayaran berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, setelah kapal sempat tertahan sejak konflik regional meningkat pada akhir Februari 2026.

Baca Juga :  Mojtaba Khamenei Tunjuk 6 Komandan Baru, Iran Siapkan Diri Hadapi Konflik Panjang

Peristiwa ini terjadi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional dan menjadi salah satu titik vital perdagangan energi dunia.

Kapal sempat tertahan karena risiko keamanan tinggi akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran yang memicu penutupan jalur laut tersebut. Kondisi ini membuat banyak kapal tidak dapat bergerak.

Maersk menyusun rencana keamanan bersama militer AS. Setelah koordinasi matang, kapal akhirnya berlayar dengan pengawalan penuh hingga keluar dari zona berbahaya tanpa gangguan.

Presiden Donald Trump meluncurkan program “Project Freedom”, yaitu operasi untuk mengevakuasi kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz.

Ia menegaskan bahwa misi ini bersifat kemanusiaan untuk melindungi kapal dan awak yang tidak terlibat konflik. Namun, AS juga memperingatkan akan bertindak tegas jika ada gangguan terhadap operasi tersebut.

Baca Juga :  Selat Hormuz Sempat Ditutup, Pemerintah Iran Langsung Bantah Ancaman IRGC

Situasi Geopolitik Terkini

Ketegangan kawasan meningkat sejak serangan militer pada 28 Februari 2026 yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran. Konflik tersebut memicu balasan dari Teheran serta penutupan Selat Hormuz.

Upaya gencatan senjata sempat dilakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi belum menghasilkan kesepakatan permanen. Hingga kini, situasi masih rentan.

Selat Hormuz merupakan jalur penting distribusi minyak dunia. Gangguan di wilayah ini berpotensi memicu kenaikan harga energi global serta mengganggu rantai pasok internasional. (ap/*)

 

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri
Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS
Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:09 WIB

Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri

Selasa, 8 September 2026 - 18:09 WIB

Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:09 WIB

Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu

Selasa, 1 September 2026 - 19:09 WIB

Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja

Berita Terbaru

Samsung memajang Galaxy A08 di situs resminya di Serbia serta Bosnia dan Herzegovina. (Samsung)

Tekno & Sains

Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:09 WIB

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:13 WIB