FIFA Akhirnya Putuskan Nasib Shaun Evans Setelah Gestur Kontroversial Viral

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wasit Australia Shaun Evans memberi isyarat dalam pertandingan sepak bola Grup F Piala Asia AFC Qatar 2023 antara Arab Saudi vs Oman di Stadion Internasional Khalifa di Doha pada 16 Januari 2024. (Foto oleh KARIM JAAFAR / AFP)(AFP/KARIM JAAFAR)

Wasit Australia Shaun Evans memberi isyarat dalam pertandingan sepak bola Grup F Piala Asia AFC Qatar 2023 antara Arab Saudi vs Oman di Stadion Internasional Khalifa di Doha pada 16 Januari 2024. (Foto oleh KARIM JAAFAR / AFP)(AFP/KARIM JAAFAR)

Jakarta, APGtimes.com — FIFA memastikan wasit video assistant referee (VAR) asal Australia, Shaun Evans, tetap menjalankan tugasnya pada Piala Dunia 2026 setelah badan sepak bola dunia itu menyelesaikan penyelidikan atas gestur yang memicu kontroversi.

Publik menyoroti Evans setelah kamera siaran resmi FIFA menampilkan ruang VAR sebelum pertandingan Grup G antara Jerman dan Curacao.

Dalam tayangan tersebut, Evans membentuk simbol tangan yang menyerupai tanda “OK” terbalik. Potongan video itu kemudian menyebar di media sosial dan memunculkan berbagai reaksi.

Sebagian pengguna internet menghubungkan simbol tersebut dengan permainan populer di dunia maya. Sebagian lainnya mengaitkan simbol itu dengan kelompok ekstrem kanan.

FIFA Selesaikan Investigasi

FIFA segera memeriksa insiden tersebut setelah video Evans viral di media sosial.

Tim investigasi FIFA mempelajari rekaman pertandingan dan meminta keterangan dari pihak terkait.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan, FIFA menyimpulkan Evans tidak melanggar Kode Disiplin FIFA.

Karena itu, FIFA memberi kesempatan kepada Evans untuk terus menjalankan tugas selama turnamen berlangsung.

Baca Juga :  Imigrasi Kendari Temukan 7 WNA China, Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal

Evans Bantah Semua Tuduhan

Evans menegaskan dirinya tidak memiliki maksud tertentu saat melakukan gerakan tersebut.

Ia menjelaskan gerakan itu muncul secara spontan tanpa perencanaan.

Menurut Evans, ia tidak menyadari kamera sedang menyorot ruang VAR saat itu.

Ia juga menolak seluruh tuduhan yang menghubungkan dirinya dengan kelompok atau ideologi tertentu.

Evans Berikan Penjelasan

Evans mengatakan rekaman pertandingan memperlihatkan dirinya beberapa kali melakukan gerakan serupa saat memegang pena di sela-sela jari.

Ia menganggap gerakan tersebut sebagai kebiasaan yang muncul tanpa kesadaran.

Menurut Evans, tidak ada pesan politik, simbol ideologi, ataupun bentuk dukungan terhadap kelompok tertentu dalam gestur tersebut.

Ia juga menyampaikan penyesalan karena gestur itu memicu berbagai tafsir di tengah masyarakat.

Organisasi Antirasisme Ikut Soroti Kasus

Sejumlah organisasi antirasisme meminta FIFA menyelidiki kasus tersebut secara menyeluruh.

Baca Juga :  Bima Lesmana dan Julian Mancini Bawa PSPP Tundukkan Sylva Kalteng 2-1

Mereka menilai simbol yang muncul dalam tayangan televisi memiliki kemiripan dengan simbol yang pernah muncul dalam aktivitas kelompok supremasi kulit putih.

Meski demikian, FIFA tidak menemukan bukti yang mendukung dugaan tersebut.

FIFA Ubah Format Tayangan VAR

Setelah insiden itu, FIFA mengubah tampilan ruang VAR dalam siaran resmi pertandingan.

Kamera tetap menampilkan ruang VAR sebelum laga dimulai. Namun para petugas kini langsung fokus ke monitor kerja masing-masing.

FIFA juga menghentikan kebiasaan menyorot wajah para ofisial VAR secara langsung sebelum pertandingan.

Shaun Evans Miliki Pengalaman Panjang

Shaun Evans sudah membangun karier sebagai wasit profesional selama bertahun-tahun.

FIFA memasukkan namanya ke daftar wasit internasional sejak 2017.

Ia juga menjalankan tugas pada Piala Dunia 2022 di Qatar dan berbagai pertandingan penting di kompetisi A-League Australia.

Keputusan FIFA membuat Evans tetap memiliki peluang untuk mengawal pertandingan-pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Kejutkan Belanda di Piala Dunia 2026, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan De Oranje
Timnas Putri Indonesia Vs Kamboja 1-1, Mochizuki Soroti Finishing dan Skill Individu
Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai, Simak Jadwal Lengkap Fase Grup dan Laga Big Match
Timnas Indonesia Vs Mozambik, Herdman Bidik Kemenangan Kedua
Bima Lesmana dan Julian Mancini Bawa PSPP Tundukkan Sylva Kalteng 2-1
Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar, Nova Arianto Tak Khawatir Mathew Baker Belum Gabung
Harga Jay Idzes Melonjak, Kapten Timnas Indonesia Kini Masuk Elite Bek Asia
Tangis Gabriel Usai Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Schmeichel Sebut Pemain Terbaik di Lapangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:09 WIB

FIFA Akhirnya Putuskan Nasib Shaun Evans Setelah Gestur Kontroversial Viral

Senin, 15 Juni 2026 - 13:09 WIB

Jepang Kejutkan Belanda di Piala Dunia 2026, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan De Oranje

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:09 WIB

Timnas Putri Indonesia Vs Kamboja 1-1, Mochizuki Soroti Finishing dan Skill Individu

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:09 WIB

Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai, Simak Jadwal Lengkap Fase Grup dan Laga Big Match

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:09 WIB

Timnas Indonesia Vs Mozambik, Herdman Bidik Kemenangan Kedua

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

AS dan Iran Sepakat Damai, Warga Teheran Justru Masih Waswas

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:09 WIB